COVID-19 Bisa Merusak Testis Pria?
ilustrasi

COVID-19 Bisa Merusak Testis Pria?

Rabu, 18 Nov 2020 | 15:28 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Setiap kabar terbaru dari pandemi virus corona, memang menimbulkan kekhawatiran setiap harinya. Bukan hanya karena jumlah korban yang terus meningkat, tapi gejalanya pun juga semakin bermacam-macam. Bahkan, studi terbaru mengklaim virus corona bisa menyebabkan kerusakan pada testis pria. Benarkah demikian?

Testis Sakit Bisa Jadi Gejala Tak Biasa dari Infeksi Virus Corona

Seorang pria berusia 42 tahun dinyatakan positif terkena virus corona setelah melakukan pengecekan akibat merasakan sakit pada testisnya.

Dirinya melaporkan, tidak ada gejala batuk atau sesak napas, tapi ia memang mengalami demam yang hilang timbul dalam beberapa hari terakhir.

Awalnya dokter meminta ia untuk pergi ke rumah sakit lain untuk pemeriksaan testis. Namun, setelah testisnya kembali normal, dirinya didiagnosis menderita pneumonia tidak lama setelah melakukan CT scan. Dua hari kemudian, pria asal Massachusetts itu dinyatakan positif virus corona.

Para ahli dari kedokteran Harvard tidak mengatakan bahwa rasa sakit pada testis selalu menjadi gejala virus corona. Namun, mereka memperingatkan akan 'gejala tidak biasa' dari COVID-19, salah satunya berdampak kerusakan dan rasa sakit pada testis.

Laporan kasus tersebut diikuti oleh kekhawatiran para ilmuwan di Tiongkok, yang pada bulan Februari mengklaim virus corona dapat menyerang organ reproduksi pria.

Virus ini berhubungan dengan sel-sel yang menumpuk di testis dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan, sebut para peneliti yang masih berspekulasi.

Akan tetapi, para ahli lain mengatakan, para pria tidak perlu terlalu khawatir tentang testis mereka di tengah pandemi sampai ada penelitian yang benar-benar membuktikan akan hal itu.

Meski begitu, para peneliti dari Rumah Sakit Tongji di Wuhan, mendesak pasien pria coronavirus untuk menguji kesuburannya setelah mereka pulih.

Dikutip dari Metro UK, sebuah  studi tentang kerusakan testis akibat virus corona telah dibagikan di media sosial Tiongkok.

“Infeksi virus corona yang menyebabkan kerusakan paru-paru dan sistem kekebalan tubuh juga bisa menyebabkan dampak pada testis. Oleh karena itu, saya beserta dengan tim peneliti lainnya mengingatkan bahwa pasien pria yang sembuh dari virus corona harus menjalani tes kesuburan, ” ujar Profesor Li Yufeng sebagai pemimpin penelitian tersebut.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...