COVID-19 Bisa Picu Kerusakan Otak yang Serius dan Berdampak Jangka Panjang
ilustrasi

COVID-19 Bisa Picu Kerusakan Otak yang Serius dan Berdampak Jangka Panjang

Rabu, 12 Agt 2020 | 06:58 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Para ilmuwan memperingatkan bahwa pasien COVID-19 dengan gejala ringan dapat mengalami kerusakan otak serius yang mungkin berdampak jangka panjang. Peringatan ini dinyatakan setelah  studi terbaru menunjukkan bahwa SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dapat menyebabkan komplikasi neurologis yang parah, termasuk peradangan otak, psikosis, dan delirium.

COVID-19 bisa menyebabkan kerusakan otak

image0

Gejala dan dampak yang ditimbulkan infeksi virus corona penyebab COVID-19 masih terus diteliti. Selama enam bulan terakhir para ilmuwan menemukan serangkaian dampak sementara maupun jangka panjang yang berpotensi menyerang pasien COVID-19. 

Yang terbaru, peneliti dari University College London (UCL) menerbitkan hasil studi pada 43 pasien COVID-19 yang menunjukkan komplikasi kerusakan otak dan saraf serius. Dalam rincian laporan tersebut peneliti mengetahui setidaknya ada 4 efek virus pada saraf otak.

Pertama, beberapa pasien COVID-19 mengalami keadaan bingung yang dikenal sebagai delirium atau ensefalopati. Kondisi delirium biasanya dikaitkan dengan penurunan kognitif, gangguan memori, hingga merasa linglung dan mengalami disorientasi. 

Pada mayoritas kasus COVID-19, gangguan saraf otak ini terjadi hanya sementara. Meski begitu, para ahli saraf mempertanyakan mengapa kondisi ini terjadi pada pasien COVID-19. 

Dalam satu studi kasus, delirium terjadi pada seorang pasien COVID-19 berusia 55 tahun yang tidak memiliki riwayat kejiwaan sebelumnya. Pasien ini dikeluarkan dari rumah sakit setelah tiga hari menunjukkan gejala COVID-19 termasuk demam, batuk, dan nyeri otot. 

Setelah pulang ke rumah, pasien kebingungan dan mengalami disorientasi, halusinasi visual, dan pendengaran.

Kedua, salah satu temuan yang mengkhawatirkan adalah temuan beberapa kasus pasien dengan peradangan pada sistem saraf pusat dalam bentuk ADEM (acute disseminated encephalomyelitis). 

ADEM merupakan kondisi cukup langka. Namun sejak wabah COVID-19 meluas, semakin banyak kasus peradangan sistem saraf pusat yang bermunculan. Dalam studi ini saja sudah terdapat 9 kasus pasien yang mengalami ADEM.

Ketiga, kondisi stroke menjadi salah satu komplikasi yang terjadi pada pasien COVID-19 dalam penelitian ini. Separuh pasien dalam penelitian ini memiliki faktor risiko stroke, separuh lainnya tidak. Mereka hanya memiliki infeksi COVID-19 sebagai faktor risiko timbulnya komplikasi sistem saraf ini. Terakhir adalah potensi kerusakan otak lainnya. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...