Covid-19 Kembali Melonjak di Inggris, Kasus Harian Diprediksi Tembus 100 Ribu

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan sebulan yang lalu • Bacaan 1 Menit

Covid-19 Kembali Melonjak di Inggris, Kasus Harian Diprediksi Tembus 100 Ribu
Foto: Reuters

Winnetnews.com -  Inggri melaporkan kasus baru Covid-19 hapir menyentuh 50 ribu. Angka itu menjadi yang tertinggi dibanding negara Eropa lain. Sebelumnya, dalam delapan hari terakhir, Inggris telah mencatat kasus harian lebih dari 40 ribu.

Melansir Reuters, Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid menolak usulan untuk kembali menerapkan pembatasan. Menurutnya, Inggris akan kembali mengalami lonjakan kasus  jika banyak dari warganya belum divaksinasi.

Javid mengungkapkan, alih-alih menerapkan lockdown, pemerintah berencana mengandalkan vaksin dan obat-obatan untuk menekan risiko penularan Covid-19. Ia meningatkan 5 juta orang berusia di atas 16 tahun yang belum mendapat dosis vaksin agar segera divaksinasi.

Adapun rencana alternatif, lanjut Javid, adalah dengan melibatkan langkah-langkah terbatas seperti kewajiban masker, perintah bekerja dari rumah dan izin vaksinasi untuk masuk ke tempat-tempat, akan diberlakukan.

"Apakah saya mengatakan bahwa jika kita tidak melakukan bagian kita, divaksinasi, semua perubahan perilaku yang dapat kita buat, bahwa kita lebih mungkin menghadapi pembatasan saat kita menuju musim dingin, maka saya mengatakan itu," katanya.

"Jika tidak cukup banyak orang yang mendapatkan suntikan booster mereka, jika tidak cukup banyak orang yang memenuhi syarat untuk penawaran awal, jangan maju, jika orang tidak memakai masker ketika mereka sebenarnya harus memakai itu, peningkatan kasus akan terus terjadi. Dan tentu saja itu akan membuat lebih mungkin kita akan memiliki lebih banyak pembatasan."

Ia menyebut kasus harian Covid-19 di Inggris bisa menembus 100.000. Menurut Javid, seluruh upaya menekan penyebaran viruss corona di Inggris bias hilang jika warganya tidak bersedia divaksin.

"Kita perlu mempertahankan kemajuan yang telah kita buat, kita bisa kehilangannya, kita benar-benar bisa kehilangan kemajuan itu jika orang tidak menerima tawaran vaksinasi mereka," pesan Menkes Inggris.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...