Cucu dari Nenek yang Merokok Punya Resiko Lahir Autis, Serem iih!

Cucu dari Nenek yang Merokok Punya Resiko Lahir Autis, Serem iih!

Rabu, 3 Mei 2017 | 17:05 | kontributor

winnetnews.com - Kebiasaan merokok bukan hanya buruk bagi kesehatan seseorang, tetapi hingga ke anak turunnya lho. Tak percaya? Sebuah penelitian pun membuktikan hal ini.

Adalah tim peneliti dari University of Bristol yang melakukan pengamatan terhadap 14.500 partisipan. Dari situ ditemukan bahwa anak perempuan yang neneknya merokok selama mengandung berpeluang 67 persen lebih tinggi untuk memiliki kemampuan berkomunikasi yang buruk.

Tak hanya itu, peneliti menemukan adanya peningkatan risiko mereka untuk didiagnosis dengan autisme hingga 53 persen.

Namun hingga kini belum ada peneliti yang bisa mengungkap penyebab utama dari kondisi autisme itu sendiri. Rokok sendiri hanya dikatakan memainkan peranan tetapi efeknya cuma terlihat pada anak perempuan.

Hal ini memicu dugaan bahwa merokok merusak mitokondria atau bahan bakar dari DNA yang memang hanya diturunkan kepada keturunan perempuan. "Temuan ini menambah alasan kami untuk mencegah ibu hamil merokok, karena ini juga berpengaruh kepada masa depan cucunya kelak," kata peneliti, Prof Jean Golding seperti dilaporkan The Telegraph.

Dugaan kedua, munculnya respons adaptif pada rokok yang kemudian diwariskan si cucu membuat mereka jadi lebih rentan terhadap autisme.

"Pada awalnya mutasi DNA ini tidak terjadi pada si ibu sendiri, tetapi dampaknya langsung melejit begitu diwariskan ke keturunannya," imbuh peneliti.

Sebelumnya sebuah studi yang dilakukan tim peneliti dari Joseph J. Zilber School of Public Health, University of Wisconsin-Milwaukee di tahun 2012 juga mengungkap, wanita yang merokok selama kehamilan juga cenderung melahirkan bayi dengan sindrom Asperger, salah satu jenis autisme.

Kendati demikian, ia tidak mengatakan bahwa merokok menjadi faktor risiko utama dari autisme. Hanya saja keterkaitan seperti ini juga tidak dapat dianggap remeh.

Kebiasaan merokok selama kehamilan juga telah lama dikaitkan dengan komplikasi pada kehamilan, sebab nikotin menghambat aliran oksigen si bayi dengan mempersempit pembuluh darah yang ada di sekujur tubuh ibunya, termasuk yang di ari-ari.

Tak hanya itu, sel-sel darah merah ibu perokok akan lebih banyak membawa karbon monoksida, dibanding oksigen, yang semakin memperburuk dampaknya pada janin.

Untuk itu merokok selama kehamilan bisa berujung pada insiden stillbirth atau bayi lahir mati, kelahiran prematur, bayi dengan bobot lahir rendah dan serangkaian gangguan tumbuh kembang yang menyertainya jika bertahan hidup

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...