Cuma Indonesia, Satu-satunya Negara ASEAN yang Izinkan Iklan Rokok Tayang!

Cuma Indonesia, Satu-satunya Negara ASEAN yang Izinkan Iklan Rokok Tayang!

winnetnews.com - Yang pernah melihat iklan rokok apapun merknya pasti setuju bahwa iklan tersebut 'memukau'. 'Memukau' di sini yaitu penuh dengan inspirasi dan motivasi bagi yang melihatnya.

Tapi jangan mudah tertipu, dosen ilmu komunikasi Universitas Indonesia, Dr Nina Mutmainnah Armando mengatakan bahwa iklan rokok yang 'memukau' tersebut hanya semata untuk menyembunyikan bahaya dari rokok itu sendiri.

"Iklan rokok membawa produk yang sebenarnya menyesatkan. Iklan rokok membawa produk yang sebenarnya tidak bagus menjadi bagus, produk tidak normal menjadi normal," ujarnya pada acara Media Discussion Kampanye Iklan Layanan Masyarakat 'Batuk Perokok' di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Selasa (5/9/2017).

Iklan rokok mempunyai peran penting dalam mengembangkan perokok-perokok aktif terutama generasi muda. Hal itu senada dengan data dari Global Adult Tobacco Survey (GATS): Indonesia Report 2011 bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah prevalensi perokok aktif tertinggi di dunia, dengan 67 persen pria dan 2,7 persen wanita.

Menurut Nina, banyaknya presentase perokok aktif di Indonesia dikarekan Indonesia masih memperbolehkan penayangan iklan rokok walau dengan beberapa batasan.

"UU penyiaran masih memperbolehkan iklan rokok dengan pembatasan, pembatasannya apa? Dia harus muncul di 21.30, dia boleh muncul tapi tidak memunculkan wujud rokok, tapi dia boleh muncul," jelasnya.

Nina menekankan bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara di ASEAN yang masih memperbolehkan penayangan iklan rokok. Sedangkan negara ASEAN yang lain seperti Singapura sudah menerapkan pelarangan ini sejak tahun 1971 dan yang terakhir adalah Kamboja pada tahun 2011.

"Indonesia tuh payah bener dibandingkan negara-negara ASEAN. Di berbagai negara kalau dilarang duluan pasti dilarang di media penyiaran. Ada 144 negara sudah melarang iklan rokok di media penyiaran," tutupnya.