Curhat Pilu Ruben Onsu yang Terpaksa Rumahkan 2.500 Karyawannya
Sumber:Kapanlagi.com

Curhat Pilu Ruben Onsu yang Terpaksa Rumahkan 2.500 Karyawannya

Jumat, 22 Mei 2020 | 13:10 | Cindy Cesilia
Winnetnews.com -  Pandemi virus corona di Indonesia semakin memakan korban setidaknya hingga saat ini sudah ada 20 ribu lebih orang yang positif terkena virus yang diduga berasal dari kota Wuhan, China.

Imbas dari Covid-19 ini berdampak ke berbagai sektor termasuk perekonomian. 

Hampir semua mall dan restoran terpaksa tutup. Kerugian pun melanda para pengusaha, termasuk Ruben Onsu. Sejak virus corona merajalela, omset perusahaannya menurun hingga 70 persen.

Pria 36 tahun tersebut juga terpaksa merumahkan karyawan-karyawannya. Dari 6.500 karyawan yang bekerja di 135 outlet miliknya, sebanyak 4.000 karyawan berhasil ia selamatkan. 

Sisanya mereka yang jumlahnya mencapai 2.500 itu harus dirumahkan. Hanya saja, Ruben Onsu memberikan kompensasi sebesar satu bulan gaji dan THR (tunjangan hari raya).

Hal ini dikisahkan Ruben  kepada Helmy Yahya ketika mereka berbincang dalam video yang diunggah baru-baru ini ke kanal YouTube Helmy Yahya Bicara.

Ruben onsu dan keluarga.Sumber:Instagram.com/rubenonsu
Ruben onsu dan keluarga.Sumber:Instagram.com/rubenonsu

"Itu sudah maksimalnya kenapa saya kasih kayak gitu. Sebenarnya, kan, satu bulan gaji juga sudah oke. Situasinya tidak oke. Ini maksimal yang bisa saya lakukan karena minimal mereka bisa dua bulan napas," tutur suami Sarwendah.

Ruben Onsu melanjutkan, jika kondisi perusahaan sudah pulih dan 2.500 karyawan yang dirumahkan belum mendapat pekerjaan baru, ia bertekad memprioritaskan mereka untuk direkrut kembali.

Helmy Yahya kemudian bertanya bagaimana perasaan Ruben Onsu ketika harus merumahkan para karyawannya. Dengan nada pilu, lelaki yang akrab disapa Bensu tersebut mencurahkan apa yang ia rasakan.

"Wah, itu berkecamuk rasanya. Berkecamuk, sedih gitu. Ya, saya pernah ngerasain jadi orang susah. Ini bukan keputusan dari yang kami mau gitu. Tapi, ya, saya lagi menakhodai kapal soalnya. Saya bertanggung jawab dengan cara menurunkan awak kapalnya. Saya kembalikan tidak dengan tangan kosong. Kondisinya, saya harus terus melaju, kena terpaan terus, ombak dan sebagainya," tambah ayah 3 anak itu.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...