Skip to main content

Daftar Nama Beberapa Pejabat Peradilan Yang Tersangkut Kasus Korupsi

Daftar Nama Beberapa Pejabat Peradilan Yang Tersangkut Kasus Korupsi
Daftar Nama Beberapa Pejabat Peradilan Yang Tersangkut Kasus Korupsi

WinNetNews.com - Dalam tiga bulan terkashir, KPK berhasil menangkap beberapa pejabat peradilan, Berikut daftar tangkapan KPK terhadap aparat pengadilan tahun ini:

13 Februari 2016

KPK menangkap Kasubdit Perdata Mahkamah Agung (MA) Andri Tristianto Sutrisna karena menerima suap Rp 400 juta. Uang itu atas inisiasi terpidana korupsi Ichsan Suaidi dengan kurir pengacara Awang. Dalam persidangan Awang, terungkap dagang perkara Andri dengan staf kepaniteraan MA, Kosidah. Sejumlah nama hakim agung disebut.

20 April 2016

KPK kembali menangkap pejabat pengadilan, kali ini Panitera PN Jakpus Edy Nasution. Dari penangkapan ini, KPK lalu mengembangkan kasus yaitu:

1. Menetapkan tersangka Dody, penyuap Edy.

2. Menggeledah rumah pribadi dan kantor Sekjen MA, Nurhadi. Didapati sejumlah uang, termasuk uang di kloset rumahnya. Nurhadi lalu dicegah ke luar negeri dan telah diperiksa KPK.

3. Memanggil sopir Nurhadi, Royani, sebagai saksi. Tapi dua kali dipanggil, Roy -- demikian ia biasa disapa -- tidak pernah datang tanpa keterangan. Ia kini dicari oleh penyidik KPK. Roy telah dipecat MA.

23 Mei 2016

KPK menggerebek praktik dagang perkara di Pengadilan Tipikor Bengkulu. Mereka yang diamankan yaitu:

1. Hakim tipikor Bengkulu, Janner Purba. Janner juga Ketua PN Kapahiang yang sedang dipromosikan menjadi Ketua PN Kisaran, Sumatera Utara.

2. Hakim Tipikor Bengkulu, Toton.

3. Panitera Pengadilan Tipikor Bengkulu, Badarudin.

4. Terdakwa korupsi Edi Santoni.

5. Terdakwa korupsi Safri Safei.

"Seorang staf tidak mungkin dapat mencampuri penunjukan majelis hakim. Penunjukan majelis hakim di MA, dilakukan oleh ketua kamar secara pribadi, tanpa ada delegasi. Bahkan mekanisme penunjukannya pun dilakukan dengan tulis tangan per perkara di daftar perkara yang sampaikan oleh Panitera Muda," kata Hatta Ali memastikan permainan anak buahnya tidak merembet sampai hakim agung.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top