(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Daging Sapi Segar Mahal Lebih Diminati dari Daging Sapi Beku dan Daging Kerbau

Ahmad Mashudin
Ahmad Mashudin

Daging Sapi Segar Mahal Lebih Diminati dari Daging Sapi Beku dan Daging Kerbau Penjual Daging sapi di pasar senen

WinNetNews.com - Pemerintah tengah berupaya menurunkan harga daging sapi segar menjadi Rp 80.000/kg. Saat ini, daging sapi segar dijual rata-rata Rp 120.000/kg. Pemerintah bahkan mengeluarkan kebijakan impor daging sapi beku dan impor daging kerbau dari India untuk menstabilkan harga daging sapi segar yang masih tinggi.

Para pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta Pusat mengaku, daging sapi beku dan daging kerbau kurang diminati. Para pembeli bahkan rela membeli dengan harga selisih Rp 10.000-Rp 20.000 untuk mendapatkan daging sapi segar.

"Daging sapi segar Rp 120.000/kg masih mahal karena pasokannya kurang yang lokal, pembeli saja berani beli beda Rp 10.000- Rp 20.000 untuk yang segar, mereka pilih yang pasti-pasti saja," kata salah satu pedagang sapi, Amung (40), ditemui di lokasi, Minggu (11/9/2016).

Pedagang lainnya, Ahmad (34) mengatakan, daging beku memiliki lemak yang lebih banyak kemudian warnanya lebih gelap sehingga tidak terlihat segar atau merah. Selain itu, rasa daging beku ketika diolah akan berbeda dengan daging segar. Hal itu lah yang membuat masyarakat rela membeli daging segar yang lebih mahal dengan selisih harga Rp 10.000-Rp 20.000.

"Dari segi kualitas lebih enak rasa daging segar. Dijual beda Rp 10.000-20.000 dari daging segar, tapi daging beku itu kan ciut kalau dimasak. Jadi orang banyak yang pilih daging segar," ujar Ahmad.

"Daging beku itu dikeluarkan sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi sekarang sore hari sudah berwarna hitam. Masih bisa dikonsumsi sih, tapi kelihatannya agak pucat kesegarannya masih jauh. Kalau daging segar dikeluarkan dari pagi pukul 03.00 WIB masih berwarna merah, fresh," ujar Ahmad dalam kesempatan yang sama.

Selain itu, untuk menstabilkan harga pasar pemerintah juga berupaya memasok daging kerbau beku impor dari India. Di Pasar Senen sendiri daging kerbau tidak dipasok karena tidak disukai pembeli karena teksturnya yang kasar.

"Nggak ada daging kerbau di sini, kurang laku. Kalau buat jualan bakso nggak jadi, dagingnya kasar. Kalau daging sapi lebih gampang. Nggak ada di sini (daging kerbau), jarang peminatnya walaupun harga Rp 65.000 susah ngejualnya," ujar Achmad.

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});