Dalam Islam, Inilah Adab Ketika Berhubungan Badan

Rusmanto
Rusmanto

Dalam Islam, Inilah Adab Ketika Berhubungan Badan ilustrasi
Winnetnews.com - Dalam Islam, berhubungan intim tidak hanya sekadar melepaskan hajat, tapi juga sebagai salah satu bentuk ibadah. Dalam Islam, ada adab ketika berhubungan suami istri. Apa saja?

1. Menikah

Menikah adalah syarat mutlak untuk dapat melakukan hubungan intim menurut syariat Islam. Menikah juga harus sesuai syarat dan rukunnya agar sah menurut Islam. Syarat dan Rukun pernikahan adalah: Adanya calon suami dan istri, wali, dua orang saksi, mahar serta terlaksananya Ijab dan Kabul. Mahar harus sudah diberikan kepada istri terlebih dahulu sebelum suami menggauli isterinya sesuai dengan sabda Rasullullah SAW:

Ibnu Abbas berkata: Ketika Ali menikah dengan Fathimah, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: “Berikanlah sesuatu kepadanya.” Ali menjawab: Aku tidak mempunyai apa-apa. Beliau bersabda: “Mana baju besi buatan Huthomiyyah milikmu?” (HR Abu Dawud dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Hakim).

Ini artinya  Ali harus memberikan mahar dulu sebelum “mendatangi” Fathimah.

Dalam  Islam, setiap Jima’ yang dilakukan secara sah antara suami dengan isteri akan mendapat pahala sesuai dengan Sabda Rasullullah sallahu alaihi wassalam: “Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.”Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala,” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah).

Apa Reaksi Kamu?