Dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Aturan 5 Hari Kerja Dihapus, Setuju?
Foto: ANTARA

Dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Aturan 5 Hari Kerja Dihapus, Setuju?

Kamis, 13 Feb 2020 | 14:25 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Pemerintah menyerahkan draf RUU Cipta Kerja ke DPR pada Kamis (12/2) kemarin. Pihak pemerintah yang menyerahkan di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri KLHK Siti Nurbaya dan Menkumham Yasonna Laoly.

Mengutip detikcom (13/2/2020), dalam RUU Cipta Kerja tersebut, salah satu pasal yang diubah adalah jam kerja dalam sepekan. Bila dalam UU Ketenagakerjaan, dikenal aturan 5 hari kerja dan 6 hari kerja. Masing-masing di antaranya diberikan waktu istirahat.

image0
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA

Pasal 79 ayat 2 huruf b UU 13 Tahun 2013 menyebutkan:

Istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 2 (dua) hari untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu;

Sementara dalam RUU Cipta Kerja, aturan 5 hari kerja itu dihapus. Sehingga berbunyi:

Istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu.

Apakah kamu setuju dengan perubahan tersebut?

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...