Skip to main content

Dalam Setahun, 3 Politikus PDIP Tertangkap Tangan KPK

Dalam Setahun, 3 Politikus PDIP Tertangkap Tangan KPK
Dalam Setahun, 3 Politikus PDIP Tertangkap Tangan KPK

WinNetNews.com - Dalam waktu sekitar setahun, tiga politikus PDIP tertangkap dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketiganya adalah Adriansyah, Damayanti Wisnu Putranti, dan Ojang Sohandi.

Pertama, Adriansyah yang ketika ditangkap KPK merupakan Anggota Komisi IV DPR dari Daerah Pemilihan Kalimantan II. Dia diamankan KPK pada 9 April 2015 di Hotel Swiss-Belresort, Sanur, Bali. Saat itu, bersamaan dengan perhelatan Kongres IV DPP PDIP.

Dia ditangkap saat menerima suap yang diberikan dalam bentuk mata uang rupiah dan dolar Singapura senilai Rp 500 juta. Sanksi tegas dari partai pun berupa pemecatan terhadap Ardiansyah.

Kemudian pada tanggal 13 Januari 2016, KPK kembali menggelar operasi tangkap tangan. Kali ini yang tertangkap adalah Anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti. Tertangkapnya Damayanti setelah PDIP tak lama menggelar Rakernas partai.

Kasus yang menjerat Damayanti diduga terkait suap dari seorang perantara yang disinyalir untuk melincinkan proyek infrastruktur. Sebagai anggota dewan, dia diduga memanfaatkan kedudukan serta posisinya untuk mengatur proyek di Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat.

Selain Damayanti, dalam kasus ini KPK sudah menetapkan tersangka Julia Prasetyarini, Dessy A Edwin dan Abdul Khoir sebagai tersangka kasus penyuapan pemulusan proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Damayanti diduga menerima suap senilai SGD 404 ribu. Belum lama ini, KPK juga sudah menetapkan politikus Golkar Budi Supariyanto sebagai tersangka dalam kasus ini.

Lalu, yang ditangkap dua hari lalu, Senin (11/4) adalah kader PDIP yaitu Bupati Subang Ojang Sohandi. Ojang diciduk KPK karena terkait kasus suap di Kejati Jawa Barat dalam penanganan kasus BPJS. Ojang diduga memberi uang agar namanya tak ada di tuntutan pada persidangan terdakwa Jajang Abdul Holik. Selain itu, tuntutan pada Jajang yang merupakan bekas pejabat di Subang dapat diringankan.

Dia diduga memberi suap Rp 528 juta kepada jaksa agar namanya tidak disebut dalam penanganan perkara di Kejati Jabar. Selain itu, Ojang diduga menerima gratifikasi Rp 385 juta. DPP PDIP sudah menyiapkan sanksi pemecatan terhadap Ojang dari keanggotaan partai.

Adapun terkait kasus ini KPK sudah menetapkan 5 orang tersangka yaitu Ojang Sohandi (OJS), Jajang Abdul Holik (JAH), Lenih Marliani (LM), Fahri Nurmallo (FN), dan Devyanti Rochaeni (DVR).

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top