Dampak Keluarga Broken Home Bagi Kesehatan Mental Anak
ilustrasi

Dampak Keluarga Broken Home Bagi Kesehatan Mental Anak

Sabtu, 23 Mei 2020 | 07:05 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Dampak perceraian bagi anak mungkin akan berbeda-beda. Hal itu tergantung dari usia anak pada saat perceraian, kondisi yang menyebabkan terjadinya perceraian, dan kepribadian anak. Perlu diketahui, perceraian bagi anak dapat meninggalkan perasaan luka yang akan terus dibawanya hingga dewasa. 

Simak penjelasan mengenai efek perceraian bagi anak selengkapnya di bawah ini.

Mengenali Dampak Perceraian bagi Anak

Bagi Anda yang memutuskan untuk hidup berumah tangga, perceraian adalah sesuatu yang tidak diimpikan. Namun, munculnya berbagai macam masalah dalam keluarga membuat alasan perceraian sering kali muncul sebagai solusi terakhir.

Berikut adalah berbagai dampak perceraian bagi anak yang harus diketahui orang tua, di antaranya:

1. Membuatnya Lebih Agresif

Efek perceraian bagi anak ternyata bisa membuat seorang anak lebih agresif, terutama ketika perceraian dilakukan ketika anak memasuki usia remaja. Perceraian membuat seorang anak untuk melakukan tindakan-tindakan menantang dan lebih bertekad untuk menjalani hidup dengan caranya sendiri.

2. Sulit Mengatur Emosi

Anak korban perceraian akan berjuang lebih sulit saat menghadapi tahun pertama atau kedua setelah perceraian. Dampak perceraian bagi anak adalah munculnya perasaan cemas, rasa tidak percaya, dan sulit mengelola emosi.

Meski begitu, banyak anak korban perceraian bisa bangkit dan terbiasa dengan perubahan yang mereka alami. Akan tetapi ada juga beberapa anak yang tidak bisa kembali ke kondisi yang benar-benar ‘normal’ seperti sebelumnya.

3. Membuatnya Frustasi

Pada dasarnya, perceraian itu menciptakan gejolak emosi bagi seluruh anggota keluarga, tetapi untuk anak-anak, situasinya bisa sangat menakutkan, membingungkan, dan membuatnya frustasi. Anak korban perceraian, khususnya yang masih kecil sering sulit untuk memahami mengapa mereka harus memilih di antara ayah atau ibunya.

Dampak perceraian bagi anak akan membuatnya khawatir jika orang tuanya berhenti saling mengasihi satu sama lain atau perasaan orang tua yang akan berhenti mencintainya. Bahkan, seorang anak mungkin merasa khawatir apakah perceraian ini disebabkan oleh kesalahan yang dilakukannya.

4. Tidak Memiliki Kedekatan dengan Orang Tua

Sebuah perceraian otomatis akan membuat anak akan berkurang menjalin komunikasi pada ayah atau ibunya. Menurunnya kontak langsung dengan salah satu orang tua dapat menyebabkan seorang anak merasa kurang dekat dengannya. Kondisi ini bisa menyebabkan seorang anak akan banyak menghabiskan waktunya di luar rumah ketimbang bersama keluarga.

5. Tingkat Stres yang Lebih Tinggi

Sebuah studi mengungkapkan, bahwa tingkat stres anak jauh lebih tinggi dengan pola asuh tunggal. Namun pada beberapa anak, perceraian orang tua bukanlah bagian yang paling sulit. Stres yang terjadi adalah stres tambahan setelah perceraian seperti berpindah sekolah atau pindah ke tempat tinggal yang baru.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...