Dampak Kerja Lembur bagi Penderita Hipertensi
ilustrasi

Dampak Kerja Lembur bagi Penderita Hipertensi

Jumat, 10 Jan 2020 | 08:02 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Banyak orang yang memilih untuk tetap melanjutkan pekerjaannya di kantor meski jam kerja sebenarnya sudah selesai. Lagipula, biasanya hal ini akan dihitung sebagai lembur dan bisa memberikan tambahan pendapatan. Masalahnya adalah pakar kesehatan menyebut kebiasaan berlama-lama bekerja ternyata bisa berimbas buruk bagi tekanan darah, lho.

Dampak Bekerja Terlalu Lama bagi Risiko Hipertensi

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Quebec, Kanada, disebutkan bahwa bekerja terlalu lama tak hanya akan menyebabkan kelelahan fisik. Dampaknya juga sangat buruk bagi kondisi mental kita. Kombinasi dari kedua hal inilah yang kemudian bisa memicu peningkatan tekanan darah dan risiko hipertensi.

Fakta ini terungkap setelah para peneliti mengecek kondisi dari 3.500 karyawan dari tiga instansi yang ada di salah satu kota terbesar di Kanada tersebut. Hasilnya adalah, mereka yang bekerja dengan total waktu kurang dari 49 jam seminggu memiliki peningkatan risiko hipertensi tersembunyi sebanyak 70 persen dibandingkan dengan mereka yang bekerja selama 35 jam saja. Risiko hipertensi jangka panjang juga meningkat hingga 66 persen.

Mereka yang bekerja dengan total waktu 41 hingga 48 jam setiap minggu juga mengalami peningkatan risiko terkena hipertensi hingga 54 pesen.

“Masalahnya adalah hipertensi tersembunyi ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular yang berpotensi mematikan,” ucap Xavier Trudel, salah satu peneliti yang terlibat dari Laval University, Quebec.

Penelitian ini mempertimbangkan banyak faktor. Selain jam kerja, tekanan dari pekerjaan, hingga kemungkinan terkena stres akibat tuntutan kerja atau otoritas pengambil keputusan yang rendah juga diperhitungkan dalam mengecek seberapa besar efek pekerjaan bagi tekanan darah.

“Semua orang harus menyadari bahwa bekerja dalam jangka panjang bisa menyebabkan dampak sangat buruk bagi kesehatan jantung. Jika mereka sering melakukannya, ada baiknya sering memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter,” saran Trudel.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...