Dampak Lockdown Karena COVID-19, Beberapa Negara Eropa Rusuh

Rusmanto

Dipublikasikan 10 hari yang lalu • Bacaan 1 Menit

Dampak Lockdown Karena COVID-19, Beberapa Negara Eropa Rusuh
demo di Eropa, detikcom

Winnetnews.com -  Kasus Covid-19 di beberapa negara mengalami lonjakan yang membuat diambilnya keputusan pengetatan pembatasan. Namun, aturan ini justru menimbulkan terjadinya kerusuhan.

Aksi demonstrasi terjadi di beberapa negara Eropa. Para warga memprotes aturan lockdown yang ditetapkan oleh masing-masing pemerintah.

Tak sedikit aksi yang berujung pada kericuhan yang membuat sejumlah orang diamankan. Beberapa negara Eropa tersebut diantaranya, Belanda, Belgia, Prancis hingga Austria.

Belanda

Protes menentang pembatasan Covid-19 di Belanda diketahui sudah berlangsung selama 3 hari berturut-turut sejak Minggu (21/11). Para demonstran bahkan tak segan memberikan perlawanan kepada petugas.

Para demonstran menyalakan kembang api dan merusak propeti di kota-kota Groningen dan Leeuwarden di utara Belanda, Enschede di timur, dan Tilburg di selatan, pada Minggu malam.

Belanda diketahui memberlakukan penguncian parsial pada 13 November. Selain itu pemerintah setempat juga tengah mempertimbangkan aturan yang lebih ketat untuk warga yang tidak divaksinasi di area publik.

Petugas kepolisian mengatakan sedikitnya 130 orang telah ditangkap sejak protes dimulai.

Sebuah pertandingan sepak bola di Leeuwarden bahkan sempat terganggu setelah para pendukung yang dilarang menonton pertandingan karena pembatasan COVID-19, melemparkan kembang api.

Di Rotterdam, kota terbesar kedua di Belanda, polisi menangkap 26 orang pada Minggu (21/11) setelah para penonton sebuah pertandingan menjadi gaduh. Orang-orang menyerang polisi, melemparkan tempat sampah, dan menyalakan kembang api.

Tetapi protes itu jauh lebih ringan daripada yang meletus di Rotterdam pada Jumat (19/11) malam dan Den Haag pada Sabtu (20/11).

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...