Dampak Melemahnya Ekonomi China Terhadap RI

Dampak Melemahnya Ekonomi China Terhadap RI

Perekonomian China saat ini kurang bergairah karena adanya perlambatan pertumbuhan. Meski level pertumbuhan ekonomi China mencapai 7 persen pada kuartal II 2015, namun angka ini dinilai rendah karena di tahun-tahun sebelumnya China bisa mencetak pertumbuhan ekonomi dua digit.

Pemerintah China berbenah dengan kebijakan memangkas suku bunga dan mendorong ekspor melalui pelemahan mata uang Yuan yang sengaja dilakukan. Langkah devaluasi ini dengan melebarkan rentang mata uang (currency band) 1,9 persen.

Menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, pelemahan ekonomi China terus menurunkan harga komoditas sehingga Indonesia ikut terkena dampak signifikan.

"Ekonomi Indonesia juga melemah. Dan yang paling terpukul adalah Kalimantan dan Sumatera yang masing-masing hanya mencetak pertumbuhan ekonomi daerah 1,5 persen dan 2,8 persen," terang dia.

Kalimantan dan Sumatera merupakan wilayah yang mengandalkan ekspor komoditas sebagai sumber atau tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah. Sementara realisasi PDB di Pulau lainnya, seperti Jawa bertumbuh 5 persen, Sulawesi 7 sampai 8 persen dan Bali 6 persen. (jk)