Dampak Pasca El Nino di Indonesia

Dampak Pasca El Nino di Indonesia

Fenomena El Nino yang membuat kemarau panjang tak hanya terasa pada sektor pertanian. Dampak El Nino bakal mempengaruhi stok dan produksi pangan (padi) di masa paceklik atau di luar masa panen Oktober 2015 hingga Maret 2016.

"Dampak el nino kalau mulai Oktober, berarti musim tanam Oktober itu yang akan berpengaruh. Musim tanam Oktober berpengaruh pada produksi 2016," kata Deputi Bidang Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Adi Lumaksono, usai Rapat Koordinasi Antisipasi El Nino di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Untuk mencegah krisis beras di musim paceklik pada awal tahun 2016, Adi meminta Perum Bulog memperkuat stok. Idealnya, di akhir tahun Bulog memiliki stok antara 2 juta sampai 2,5 juta ton beras.

Bulog membutuhkan tambahan dana kurang lebih Rp 3 triliun untuk pengadaan beras hingga akhir tahun ini.

Ia menambahkan, keberhasilan Bulog dalam mencapai stok hingga lebih dari 2 juta ton beras di akhir tahun sangat bergantung pada keberhasilan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi beras. Jika produksi beras tidak jatuh akibat el nino, stok Bulog bisa mencapai batas aman stok beras. (jk)