Dana Bom Sarinah Masuk Jalan Tikus

Dana Bom Sarinah Masuk Jalan Tikus

Senin, 1 Feb 2016 | 21:20 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Muhammad Yusuf mengatakan aliran dana aksi teror bom Thamrin berasal yang berasal dari Timur Tengah dan sejumlah yayasan digunakan untuk membeli senjata.

Senjata-senjata itu, menurut Yusuf, dibeli dari Filipina dan diselundupkan ke Indonesia menggunakan ‘jalan tikus’ -jalur yang tidak terperiksa oleh bea cukai.

Lihat juga:Pemerintah Didesak Bekukan Yayasan Donatur Teror

"Poinnya begini. Senjata itu masuk tidak dengan sendiri. Kenapa bisa masuk, banyak 'jalan tikus', sehingga bea cukai tidak tahu," kata Yusuf saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di Jakarta, Senin (1/2).

Yusuf berpendapat perlu adanya kewenangan tambahan kepada Polri untuk melakukan penyidikan pada lokasi-lokasi tersebut.

"Sehingga perlu pemikiran, perlu diberi kewenangan Polri untuk menyidik kasus penyelundupan yang tidak ada bea cukainya. Karena kita banyak jalan tikus ini," kata dia.

 

Menurut Yusuf, aksi teror bom di Jalan M.H. Thamrin pada 14 Januari 2016 didanai dengan nilai mencapai puluhan juta rupiah yang berasal dari daerah berkonflik di Timur Tengah. Dana tersebut tidak diberikan secara langsung, melainkan dalam beberapa kali pengiriman.

Lihat juga:PPATK Siap Bantu Usut Aliran Dana Freddy Budiman

Yusuf juga menjelaskan bahwa PPATK sudah mendeteksi adanya aliran dana yang berasal dari daerah berkonflik di Timur Tengah, namun belum mengetahui tujuan aliran dana tersebut.

Selain itu pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa penerima dana tersebut merupakan seseorang yang memiliki paham radikal. Namun demikian, pihaknya bersama sejumlah lembaga terkait penanggulangan teror sulit mengetahui lokasi dan waktu serangan teror.

(seperti dilansir dari CNN Indonesia)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...