Dapat Penghargaan Polisi Teladan, Bripka Seladi Lebih Nikmat Jadi Pemulung Untuk Mencari Sampingan

Dapat Penghargaan Polisi Teladan, Bripka Seladi Lebih Nikmat Jadi Pemulung Untuk Mencari Sampingan

WinNetNews.com-Bripka Seladi, seorang polisi yang menjadi tokoh inspirasi. Seladi memang dikenal dengan pribadinya yang sederhana dan jujur. Polisi yang bertugas di Kota Malang ini pilih jadi pemulung sampah ketimbang hidup tidak jujur. Seladi menolak suap, dari tetangganya yang minta bantuan ketika mengurus SIM.

"Gaji sebenarnya cukup. Tapi karena ada kebutuhan lain, saya memilih tambahan dengan memulung," ucap Seladi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2016).Hari ini Seladi menerima penghargaan polisi teladan dari Parlemen. Ketua DPR Ade Komarudin memberikan penghargaan tersebut secara langsung pada Seladi.

"Alhamdulillah sampai saat ini saya belum menerima suap sepeserpun. Anak istri saya sudah terlatih masalah suap. Kalau ada orang yang ngasih misalnya kue, makanan kalau ada hubungannya sama SIM, demi Allah nggak pernah sampai detik ini nggak ada, saya jamin. Ini demi anak saya. Anak saya juga jadinya seperti itu dari kecil sampai sekarang ikuti saya. Saya jamin 100%," ungkap Seladi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2016).

Seladi telah lama mengeluti pekerjaan itu, sejak beberapa tahun lalu ia bekerja sampingan memilah-milah sampah untuk dijual. Awalnya, Seladi mengaku, pekerjaan sampingannya sempat dikeluhkan oleh istrinya. Sebab, sampah yang dikumpulkan Seladi selalu dibawa pulang. Istrinya menganggap sampah yang dikumpulkan Seladi itu kotor. Namun, sikap istri Seladi berubah ketika ia pulang dengan membawa hasil.Penghasilan pertama yang diraih usai memulung selama 1,5 bulan mencapai Rp 400.000. Dia kemudian bersama anak istrinya saling membantu. Seladi melakukannya lepas dinas, untuk mendapatkan rezeki yang halal. Dari sekian banyak pekerjaan sampingan yang bisa digeluti, Seladi lebih pilih untuk memulung. Mudah, itulah alasan Seladi pilih pekerjaannya itu."Saya sebagai pemulung, lebih nikmat pemulung daripada lain-lainnya untuk cari sampingan. Mudah gampang, seperti toko emas. Sekarang ambil, sekarang dijual, sekarang laku. Mudah sekali," tambah dia.

Walau bagi sejumlah kalangan pekerjaan itu dianggap kotor, masih ada saja pihak yang tak suka dengan apa yang dilakukan Seladi. Karena, bagi beberapa pihak, banyak opsi yang dapat dilakukan Seladi untuk mendapat uang tambahan."Orang hidup ada ada dua pilihan, baik dan buruk. Semuanya ada pilihan. Yang baik atau yang buruk, itu yang saya alami sampai saat ini," tutup Seladi.

Dari berbagai sumber

Foto: Kompas.com