Dari Mana Dana Bom Sarinah?

Dari Mana Dana Bom Sarinah?

Senin, 1 Feb 2016 | 15:08 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan aliran dana dari Suriah dan beberapa yayasan yang berada di Indonesia untuk pelaku aksi teror Thamrin, Jakarta.

Menurut Kepala PPATK Muhammad Yusuf, sejumlah uang tersebut diterima oleh pelaku yang kini sudah ditangkap dan ditahan kepolisian. Sebelum melancarkan serangan di Thamrin, pelaku membeli senjata dari Filipina menggunakan uang tersebut.

"Poinnya begini, senjata itu masuk tidak dengan sendirinya. Bisa masuk karena banyak jalan tikus, sehingga pihak bea cukai tidak tahu," ujar Yusuf di Jakarta, Senin (1/2).

Yusuf mengatakan, kepolisian sebenarnya tidak kecolongan dalam mengantisipasi teror bom dan penembakan di Thamrin. Ia berkata, Detasemen Khusus 88 Antiteror telah mengantongi data aliran dana mencurigakan dari PPATK.

"Hanya saja, kami tidak bisa membaca pikiran orang. Saat dikirim, uang itu belum ketahuan untuk apa," ucapnya.

 

Yusuf enggan membeberkan jumlah dana yang digelontorkan untuk membiayai aksi teror Thmarin. Namun, berdasarkan hasil penelusuran PPATK, pengumpulan dana aksi teror biasanya dilakukan melalui tiga cara.

"Satu dari urunan antaranggota, kedua dari infak dan yang ketiga dengan menghalalkan segala cara. Dana bisa dikirim hingga puluhan juta rupiah, tapi dilakukan secara berkala," kata Yusuf.

Dua hari sejak meletusnya aksi teror tersebut, kepolisian telah menangkap 12 orang yang diduga sebagai pelaku maupun yang berkaitan dengan aksi teror. Penangkapan itu dilakukan di sejumlah daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur.

Dari penangkapan tersebut, kepolisian menyita barang bukti berupa sembilan pucuk senjata api laras pendek, pistol dan revolver, lima buah ponsel dan satu sepeda motor.

"Salah satu dari yang ditangkap ini mendapatkan transfer dana dari ISIS untuk membiayai operasinya," kata Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti.

Badrodin menuturkan, dana itu ditransfer melalui Bahrun Naim, yang disebut kepolisian sebagai dalang di balik aksi teror di Thamrin.

Meski tak menyebut angka pasti, Badrodin menyebut nilai transfer pendanaan cukup besar dan dikirim secara berkala dengan nilai kiriman pertansfer berkisar Rp 40-70 juta.

(seperti dilansir dari CNN Indonesia)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...