Dari Semarang ke Eropa, Saniharto Komitmen Rintis Usaha Furnitur
Direktur Utama (Dirut) PT Saniharto Enggalhardjo, Harsono. [Foto: Khalied Malvino/Winnetnews.com]

Dari Semarang ke Eropa, Saniharto Komitmen Rintis Usaha Furnitur

Selasa, 3 Des 2019 | 17:30 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Saniharto Enggalhardjo, empat kakak beradik yang berdomisi di Semarang, Jawa Tengah, memulai bisnisnya di bidang furniture. Komitmen itu dibuktikan Santoso, Yani, Harsono, dan Winarto yang kemudian disingkat Saniharto, memperkenalkan hasil karya asli Indonesia ekspansi ke Eropa, Amerika, China, dan lain-lain.

Properti maupun furnitur merupakan bisnis yang terbilang menjanjikan. Semua orang yang memiliki tempat tinggal, para pengusaha di bidang perhotelan, maupun pebisnis yang bekerja di gedung perkantoran, pasti membutuhkan properti atau furnitur yang mendukung.

Saniharto adalah salah satu hasil karya anak bangsa yang mendunia sejak tahun 90-an. Membangun usaha bukan tanpa kegagalan, Saniharto pun sempat mengalami krisis moneter pada akhir 1998. Usahanya gulung tikar lantaran hal tersebut.

Meski begitu, semangat tetap tampak dalam hati empat bersaudara itu. Geliat bisnis dan pundi-pundi keberhasilan pun dirajut. Gayung bersambut, Saniharto Enggalhardjo malah dilirik pasar luar negeri.

Di Indonesia, Saniharto mampu menyulap interior hotel berbintang 5, seperti Park Hyatt Jakarta, Intercontinental Jakarta, Fairmont Jakarta, Raffles Jakarta, Trans Luxury Bandung dan Bali, Tentrem Yogyakarta dan Semarang, Sofitel Nusa Dua Beach Resort, Renaissance Uluwatu, Indigo Bali, Pullman Vimala Hill, Pulmman Thamrin CBD, dan lain-lain.

Bahkan, Saniharto bisa membuktikan dan menyelesaikan pekerjaan tiga lantai Board of Directors PT Astra International di Menara Astra Jakarta lantai 61-63 tidak hanya sebagai supplier, namun sebagai interior contractor.

“Tentunya kami men-supply ­furnitur, pintu, kongliong, dan panel kayu. Selain itu kami juga mengejakan pekerjaan interior seperti membuat tangga, lantai parquet, partisi dari kaca aluminium, gypsum, bata ringan, toilet, dan lain-lain. Nah, di Menara Astra itu sangat mewah pastinya. Jarak antara beton ke lantai atau slab to slab 10 meter dan tinggi plafon 7,3 meter,” beber Direktur Utama (Dirut) PT Saniharto Enggalhardjo kepada Winnetnews.com saat launching Alice Collection hasil kolaborasi dengan Francine Denise di Shworoom Saniharto, Jalan Kemang Selatan Raya, Jakarta Selatan, Selasa (3/12).

Meski lebih dikenal di luar negeri, Saniharto pun patut bangga dengan hasil karyanya di Menara Astra Jakarta tersebut. Dinding dan plafon menggunakan panel kayu, juga partisi tiga lantai hampir semua menggunakan kaca dan frame aluminium.

“Kami banyak men-supply dan memasan Wall Panel kayu termasuk giant kongliong 22 m menyatukan tiga lantai dan sebuah Mezzanine Perpusatakaan Sarang Burung Kayu (Wooden Birdnest Library). Tentunya kami bangga dengan hasil karya tersebut,” ungkapnya.

Harsono juga membeberkan komitmennya di bidang properti yang dibanggakan di luar negeri. Sejumlah proyek kini sedang dan telah diselesaikan Saniharto, seperti Four Seasons di San Fransisco, Hawaii, Las Vegas, dan Bangalore; Ritx Carlton di Boston, New York, New Orleans, South Beach, dan Bangalore.

“Untuk Mandarin Oriental itu ada di Bali, Kuala Lumpur, Washington DC, dan New York. Proyek Wynn Hotel ada di Las Vegas, Everett, Macau, dan Cotai. Belum lagi MGM di Macau, Conrad di Washington DC, JW Marriott di Nashville, dan sebagainya,” kata Harsono.

“Kami sangat yakin dengan geliat bisnis properti baik di dalam maupun luar negeri. Kami harap dengan ini mengajak semua pihak mendukung, mencintai, dan menikmati produk dalam negeri yang dilirik dunia. Kami juga berharap bisa menjadi supplier pilihan untuk berbagai hotel dan apartemen high-end, juga kantor dan rumah tinggal mewah,” tandasnya. [vin]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...