Darurat Kabut Asap, Ribuan Pemadam Kebakaran Telah Dikerahkan Untuk Padamkan Api di SumSel

Darurat Kabut Asap, Ribuan Pemadam Kebakaran Telah Dikerahkan Untuk Padamkan Api di SumSel

WinNetNews.com - Kabut Asap yang melanda berbagai wilayah di Indonesia kondisinya sudah semakin parah. Banyak warga mulai terserang penyakit ISPA, beberapa bahkan ada yang meninggal. Sekolah-sekolah terpaksa diliburkan, industri hotel dan pariwisata terpukul parah, perputaran roda ekonomi pun menjadi terganggu.

Masyarakat harus hidup berdampingan dengan asap yang membawa partikel-partikel debu yang sangat membahayakan bagi tubuh. Banyak pihak menuding bahwa asap berasal dari hutan yang sengaja dibakar oleh oknum-oknum tertentu guna kepentingan terselubung. Sejumlah pihak menyalahkan pemerintah atas lambatnya penanganan kabut asap ini.

Baca juga artikel: Pemerintah Diminta Lebih Serius Tangani Bencana Asap

Bahkan asap pun mampir ke negeri jiran Malaysia dan Singapura. Sebagian mereka mengutuk kedatangan asap yang singgah di negaranya. Dukungan moral mulai bertebaran di dunia nyata maupun di dunia maya. Pemerintah Malaysia, Singapura, hingga Rusia menawarkan bantuan untuk mengatasi asap yang sudah berbulan-bulan singgah di langit Sumatera dan Kalimantan.

Sebenarnya, Pemerintah setempat bukan berdiam diri dalam menghadapi bencana Kabut Asap ini. Namun memang banyak kendala yang dihadapi dalam proses pemadaman kebakaran hutan. Hal ini seperti apa yang dikatakan oleh Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, dia menyatakan bahwa pihaknya sudah mencoba mengatasi masalah ini dengan mengerahkan ribuan tenaga pemadam.

"Ada 5 ribu lebih tenaga di darat, 3 bataliyon dari pusat dan sisanya Sumsel. Manggala, satpol PP, masyarakat setempat, bahu membahu berjuang memadamkan api, hilangkan asap," tegas Alex.

"Saya berani jamin di sini. Siapapun yang ada di sini, kalau tahan pegang selang air di tengah lahan gambut yang sedang terbakar atau baru habis terbakar, di permukaan terbakar tapi di bawah masih ada api, yang pegang 2 jam saja, kita kasih hadiah umroh", Kata Alex yang WinGamers lansir dari detikcom.

 

Gubernur Sum-Sel Meminta Maaf Kepada Seluruh Masyarakat Yang Terkena Dampak Kabut Asap

Dalam acara Ramah Tamah Jambore Nasional Satpol PP II di Griya Agung, Jl Demang Lebar Daun, Palembang, pada Kamis (8/10/11), Gubernur juga menyampaikan pesan, "Saya ingin luruskan berita-berita yang selama sebulan terakhir luar biasa, Sumsel lumbung asap katanya. Jadi kata orang Jambi dan orang Riau, asap itu dari Sumsel karena angin dari Selatan. Saya katakan ya kadang-kadang, karena arah angin berubah-ubah. Kadang dari utara ke selatan, kadang asap dari Jambi Riau masuk Sumsel. Kami welcome saja. Jadi nggak usah hitung-hitungan,".

Gubernur tak ingin jika daerahnya terus menerus disalahkan karena menjadi daerah penyumbang asap yang paling dominan. Seperti yang dilansir WinGamers dari detikcom, "Asap itu tidak ada labelnya, tapi kalau asap itu berbau pempek dan cuka, baru dari Sumsel," kata Alex.

Baca juga artikel: Foto NASA Menunjukkan Parahnya Asap Di Indonesia

"Mari hormati mereka. Kita respect dengan tidak mengarang cerita hanya sms, di sosmed, dan online hanya mengkritik tanpa berkontribusi. Bagi yang demo sekalipun, setelah demo mari sama-sama kita padamkan api,".

"Saya berkali-kali mohon maaf kepada masyarakat Sumsel dan di luar Sumsel. Ini bukan kehendak kita, dan kita sudah lakukan semaksimal mungkin, bahkan Presiden sendiri langsung turun tangan,".

"Tapi saya tidak yakin kalau perusahaan perkebunan besar, mungkin yang di bawahnya yang main nakal,".

"Kalau alam siapa yang bisa mencegah. Gambut itu kalau sudah kering, tergesek karena angin pun bisa terbakar. Angin kencang sekali, api itu bisa lompat. Api itu kita istilahkan bisa melenting jauh, jadi belum tentu perusahaan perkebunan itu bakar sendiri, bisa dari luar,".