Dasco Ahmad Juga Masalahkan Validasi Rekaman 'Papa Minta Saham'

Dasco Ahmad Juga Masalahkan Validasi Rekaman 'Papa Minta Saham'

WinNetNews.com - Tak hanya anggota baru MKD dari partai golkar yang mempermasalahkan validasi bukti rekaman yang diberikan oleh Sudirman Said atas kasus dugaan pencatutan oleh Setya Novanto. Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad yang merupakan politikus Gerindra pun turut mepermasalahkan hal tersebut.

"Belum (penentuan jadwal sidang), karena kemarin masih persoalkan verifikasi alat bukti yang menurut tata beracara MKD harus verifikasi dulu baru menentukan jadwal," kata Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2015).

Dalam rapat pada 24 November 2015 lalu, MKD telah memutuskan untuk melanjutkan kasus yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto ke persidangan. Sidang juga diputuskan terbuka dan tertutup serta jadwal persidangan ditentukan sebelumnya.

Jika rapat MKD kembali mempermasalahkan validasi rekaman, bukankah MKD jadi jalan mundur? Dasco menepisnya dan berdalih itu sudah sesuai aturan.

"Memang aturannya begitu. Tidak boleh karena dikejar waktu, karena ada masukan-masukan yang ingin ini cepat, lalu tata acara kita lewati," ujar anggota Komisi III ini.

"Validasi dan verifikasi itu menurut ketentuan tata beracara memang harus yang benar-benar dilampaui sebelum jadwal-jadwal persidangan," lanjutnya.

Soal aksi penggebrakan meja yang dilakukan oleh Wakil Ketua MKD Kahar Muzakir, Dasco juga membelanya. Dia menyebut tidak ada aksi heboh gebrak meja seperti yang selama ini digambarkan.

"Saya lihat kemarin tidak ada yang gebrak-gebrak meja ya. Yang ada ngomong dengan intonasi yang tinggi karena semangat menegaskan pasal-pasal yang kemudian harus dibuka kembali. Menurut saya itu bukan gebrak meja, ya gak ada," ungkap Dasco.

Anggota MKD Sarifuddin Sudding sebelumnya memang sudah mengungkapkan bahwa permintaan menganulir keputusan tanggal 24 November bukan hanya disampaikan oleh Golkar. Ada dua fraksi lain yang juga berpandangan sama.

"Gerindra, PPP, Golkar. Mencari-cari alasan saja, dibuat-buat. Ada tiga fraksi yang mempersoalkan verifikasi. Padahal saat perdebatan awal, itu sudah lewat," kata Sudding usai rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2015).