Debut Saat Pandemi COVID-19, Deretan Grup K-Pop Ini Terpaksa Memperluas Fandom Secara Online

Nisa Diniah

Dipublikasikan setahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Debut Saat Pandemi COVID-19, Deretan Grup K-Pop Ini Terpaksa Memperluas Fandom Secara Online
Foto: Allkpop

Winnetnews.com -  Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2020 dan 2021 juga menjadi era persaingan ketat bagi para grup K-Pop pendatang baru di industri musik Korea. Pandemi COVID-19 tampaknya tak menghalangi sejumlah agensi untuk tetap mendebutkan grup-grup asuhannya.

Namun, grup-grup K-Pop yang debut di era pandemi harus beraktivitas serba online. Pasalnya, seluruh kegiatan di industri musik dilaksanakan secara online. Kebanyakan dari grup-grup ini belum pernah bertemu dengan para fans mereka secara langsung.

Sebelumnya, para grup K-Pop bisa bertemu fans mereka secara langsung melalui program musik, fanmeeting, konser, dan lainnya. Namun, program musik Korea kini harus digelar tanpa penonton selama pandemi. Fanmeeting hingga konser juga terpaksa dibatalkan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Dilansir dari Naver, pada tahun 2020 terdapat kurang lebih 30 grup K-Pop yang debut. Mereka adalah DUSTIN, DKB, MCND, MY.st, TOO, CRAVITY, CIGNATURE, EPISODE, DAYDREAM, CRAXI, ICU, woo!ah!, SECRET NUMBER, REDSQUARE, E'LAST, WEEEKLY, TREASURE, MAKA`MAKA, BOTOPASS, LUNARSOLAR, GHOST9, WEi, BLACK SWAN, P1HARMONY, DRIPPIN, STAYC, AESPA, BLING BLING, BAE173, ENHYPEN dan masih banyak lainnya.

image0

Tahun 2021 diprediksi akan semakin banyak grup yang memulai debut mereka. Bahkan beberapa agensi besar seperti Big Hit Entertainment hingga YG Entertainment berencana mendebutkan grup baru pada tahun ini.

Namun, para grup K-Pop pendatang baru ini kesulitan untuk bertemu langsung dengan fans karena harus mematuhi aturan pencegahan COVID-19. Sehingga sulit untuk bisa mengumpulkan lebih dari 100 orang dalam suatu penampilan.

Pihak agensi menengah-kebawah juga mengungkapkan kesulitan mereka karena semua aktivitas grup harus dilakukan secara online. Meski sudah mengeluarkan budget untuk acara online, hal itu tidak menjamin fandom grup pendatang baru bisa bertambah luas.

Tak jarang justru menimbulkan pengeluaran yang semakin besar. Debut yang berulang kali ditunda terpaksa harus tetap dilakukan karena masa pandemi belum tahu kapan akan berakhir, sementara mereka tidak bisa terus menunda debut grup baru mereka.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...