Defisit Keuangan BPJSKes Melebar

Defisit Keuangan BPJSKes Melebar

Selasa, 9 Agt 2016 | 07:28 | Rusmanto
WinNetNews.com - Defisit keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJSKes diperkirakan bakal semakin melebar akibat pemerintah menghapus denda iuran.

Timboel Siregar, Koordinator Advokasi BPJS Watch, menuturkan denda merupakan salah satu pos pendapatan yang signifikan untuk memperkuat keuangan BPJSKes.

Dia menyatakan jika mengacu aturan lama dimana denda dikenakan 2%, nilainya mencapai Rp143,43 miliar dalam laporan keuangan BPJSKes pada 2015.

Dia menuturkan mulai 1 Juli 2016 tidak ada lagi denda bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telat membayar iuran.

Denda dikenakan kepada peserta yang telat membayar iuran, tetapi menggunakan fasilitas rawat inap dalam rentang waktu 45 hari setelah kartu aktif lagi.

“Ketidakdisiplinan peserta JKN untuk membayar iuran tepat waktu memang masih tinggi. Berdasarkan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan per 31 Desember 2015 tercatat data piutang iuran–bersih dana jaminan sosial sebesar Rp2,39 Triliun lebih,” kata Timboel, Senin (8/8/2016).

“Seharusnya pemberi kerja atau peserta mandiri tetap membayar sesuai jumlah bulan tertunggak. Hal ini bisa kecualikan bagi peserta mandiri yang masuk kategori miskin,” ujarnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...