Defisit Listrik di KalTeng dan KalSel

Rani
Rani

Defisit Listrik di KalTeng dan KalSel

WinNetNews.com - Di tengah bencana kabut asap akibat kebakaran hutan, warga Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan harus menerima kenyataan terkena pemadaman listrik bergilir. Pemadaman listrik ini terjadi akibat defisit listrik yang diperparah dengan adanya kabut asap serta musim kemarau.

"Pemadaman bergilir saat ini di Kalteng-Kalsel ini kan terjadi pertama karena memang sedang defisit listrik, kedua diperparah adanya kabut asap dan kemarau," ujar General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Purnomo dilansir dari detik, Kamis (22/10/15).

Namun demikian, PT PLN (Persero) menargetkan di bulan depan sudah tidak ada lagi byar-pet. Rencananya dua Unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dari program 7000 MW.

"Kami sedang kerja keras menyelesaikan PLTU 2 x 60 MW Pulang Pisau di Kalimantan Selatan, ini dari proyek 7.000 MW dan 35.000 MW. Kalau 120 MW ini masuk, maka tidak ada lagi pemadaman listrik, karena pasokan listrik sudah tercukupi," tuturnya.

Selain itu, akibat musim kemarau panjang PLTA Riam Kanan dengan kapasitas 30 MW hanya mampu menghasilkan listrik 9 MW. Penyebabnya adalah debit air yang berkurang al hasil listrik yang dihasilkan pun berkurang. Diperkirakan jika sudah turun hujan dan debit air sudah kembali normal, maka listrik yang dihasilkan pun akan kembali normal, yakni 30 MW. Sementara itu, BMKG memperkirakan bahwa pada bulan November 2015 sudah akan memasuki musim penghujan.

Apa Reaksi Kamu?