Skip to main content

Delapan Orang Penambang Emas Liar Ditangkap

Delapan Orang Penambang Emas Liar Ditangkap
Delapan Orang Penambang Emas Liar Ditangkap

WinNetNews.com - Pada Awal tahun 2016 ini, Unit Reskrim Polres Bogor, berhasil menangkap delapan Gurandil. Dan penangkapan ini berdasarkan tindak pidana pencurian dengan pemberatan Pasal 363 dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun. Yang dilakukan para pelaku di Area PT Antam GMBU Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Hal itu ditegaskan Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suyudi Ario Seto, di Mako Polres Bogor. Rabu (03/02)

“Pelaku ditangkap Unit Reskrim Polres Bogor tidak sekaligus melaikan bertahap, Jumat (15/1) lalu empat orang, Senin (25/1) empat orang, Kamis (28/1), satu orang pemilik tong pengelolahan lumpur menjadi emas,”ujar AKBP Suyudi kepada wartawan.

Kapolres juga menjelaskan, para pelaku sekarang sudah diamankan berikut barang bukti, berupa Palu, pahat besi, sepatu boot, karung goni kosong, maupun batu yang mengandung emas, senter kepala, tong pengelolahan lumpur menjadi bahan emas, generator, dynamo, kompresor, tungku pembakaransaringan, karbon, kostie soda, tabung angin, blower, selang angin.

“Penangkapan ini berdasarkan laporan dari pihak Antam ke Polres Bogor, dimana laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Unit Reskrim dengan meminta keterangan dari saksi, sehingga dilakukan penangkapan terhadap delapan gurandil dan satu diantaranya pemilik tong pengelolahan lumpur menjadi emas,”terangnya.

Lebih lanjut AKBP Suyudi menambahkan, kedelapan gurandil itu diantaranya Ibad alias Badri, Jejen bin Saepudin, Ence Supriadi, Asep Hendra, Endang nin Asmaya, Wawan bin Daos, Yogi Andhika, Yoyon, dan Usa pemilik tong pengelolahan. Para pelaku saat ini sudah diamankan dan untuk tindaklanjutnya mereka segera di kirim ke JPU Kejaksaan Negeri Cibinong, untuk kepastian hukumnya.

Yang jelas pada intinya mereka melanggar tindak pida pencurian dengan pemberatan, Pasal 363 KUHP ancaman hukuman penjara tujuh tahun. Dan tindak pidana menampung, memanfaatkan, melakukan pengelolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral yang bukan dari pemegang IUP, IUPK atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161 UU Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara, dikenakan ancaman hukuman penjara sepuluh tahun, denda Rp10 Milyar. tandasnya.

Laporan: Arienta

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top