Demi Selamatkan 8 Orang, Remaja ini Korbankan Nyawanya dalam Penembakan di Thailand
Foto: World of Buzz

Demi Selamatkan 8 Orang, Remaja ini Korbankan Nyawanya dalam Penembakan di Thailand

Jumat, 14 Feb 2020 | 10:50 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Thailand belum lama ini dibuat gempar setelah terjadinya penembakan massal yang dilakukan oleh seorang tentara. Dalam peristiwa yang terjadi di Terminal 21, Nakhon Ratchasima atau Korat pada Minggu (9/02) lalu, menyebabkan 58 orang terluka dan 30 korban yang kehilangan nyawanya. Salah satu di antaranya adalah seorang pelajar berusia 18 tahun.

Remaja yang diketahui bernama Ativia ini telah mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan 8 orang dalam penembakan massal tersebut.

Dilansir dari World of Buzz, saat itu penembak berhasil melarikan diri menuju lantai paling bawah mall dan bertemu dengan Ativa. Di tempat itu, terdapat 8 orang lain dan dengan beraninya, Ativa pun berusaha menutup pintu ruang pendingin agar penembak tersebut tidak bisa masuk.

image0

Aksi heroiknya itu, Ativa pun tertembak dan kehilangan nyawanya. Berkat keberaniannya itu, 8 orang yang berada di ruang pendingin pun berhasil melarikan diri dari ruangan tersebut.

Nenek Ativa yang berusia 73 tahun hanya bisa menangis sambil mengatakan kalau Ativa baru saja lulus sekolah. Sementara ibunya bekerja di Terminal 21 sebagai petugas kebersihan, untuk membiayai kuliah anaknya. Sang nenek menggambarkan Ativa sebagai anaknya penurut dan pendiam, serta tidak pernah mengeluh.

image1

Dia tidak pernah membayangkan kalau cucunya harus kehilangan nyawa dengan cara seperti itu. Bahkan ia sebelumnya tidak tahu kalau Ativa menjadi korban dalam penembakan itu, karena ia sama sekali tidak menonton televisi. Dia baru mengetahui hal ini setelah seorang tetangga memberitahunya.

“Dia harusnya memiliki harapan yang banyak untuk masa depannya tapi karena penembakan ini, Ativa kehilangan nyawanya di usia muda,” ujarnya.

Nenek Ativa berharap kalau pemerintah Thailand dapat memberikan bantuan untuk para keluarga korban penembakan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...