Demo Buruh: <em>Cashless Society</em> Ancam Pengangguran Buruh Meningkat
ilustrasi

Demo Buruh: <em>Cashless Society</em> Ancam Pengangguran Buruh Meningkat

Senin, 1 Mei 2017 | 15:32 | Rusmanto

WinNetNews.com - Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia Mirah Sumirat mengatakan puluhan ribu pekerja jalan tol terancam menganggur jika pemerintah menerapkan sistem pembayaran nontunai secara penuh di seluruh gerbang tol di Tanah Air.

"Kebijakan ini hanya mengedepankan kepentingan bisnis dan melalaikan kewajiban untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia. Kebijakan ini akan melahirkan pengangguran baru," kata Mirah di sela-sela aksi Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2017 di Jakarta, Senin.

Penerapan sistem pembayaran nontunai merupakan bagian dari Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) atau cashless society yang dicanangkan Bank Indonesia sejak 2014.

"Bagaimana mungkin uang rupiah yang berlaku secara sah di negeri ini, justru ditolak untuk melakukan pembayaran? Ini merupakan konspirasi meraup keuntungan dari setiap transaksi nontunai," tuturnya.

Menurut Mirah, uang pemilik dan pengguna kartu uang elektronik sesungguhnya telah diambil paksa oleh pengelola jalan tol dan bank yang menerbitkan kartu tersebut.

Dia mencontohkan harga kartu uang elektronik seharga Rp50.000 yang hanya mendapatkan saldo Rp30.000. Konsumen dipaksa merelakan selisih Rp20.000, bahkan sebelum kartu uang elektronik digunakan untuk transaksi.

"Berapa triliun dana masyarakat yang diambil paksa dari sistem pembayaran nontunai ini? Yang diperlukan rakyat adalah kemudahan akses untuk mendapatkan pekerjaan, memperoleh penghasilan dan meningkatkan daya beli terhadap kebutuhan pokok yang harganya semakin melambung," tandasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...