Demo Supir Angkot di Bogor Menolak Pemberlakuan SSA

Demo Supir Angkot di Bogor Menolak Pemberlakuan SSA

Rabu, 27 Apr 2016 | 14:40 | Fellyanda Suci Agiesta
WinNetNews.com - Puluhan sopir angkot di Kota Bogor, Jawa Barat kembali melakukan unjuk rasa di Balai Kota, Rabu (27/4/16). mereka tetap menolak pemberlakuan sistem satu arah (SSA) dengan alasan dirugikan karena saling berebut penumpang.

Aksi unjuk rasa dilakukan para sopir mendesak Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto untuk membatalkan sistem satu arah dan mengembalikan rute atau trayek angkot seperti semula.

Tidak hanya sekadar demo, mereka juga mencegat angkot lain untuk menurunkan penumpang.

"Semua angkot yang bawa penumpang dan lewat istana diturunin di pertigaan SMA 1 dan menuju Stasiun Bogor," ujar Grave salah satu warga Bogor, Rabu (26/4/2016).

"Orang yang demo itu pada cegatin angkot yang angkut penumpang. Kayaknya sih mereka sesama sopir angkot," sambungnya.

Para supir beralasan sejak diberlakukannya SSA membuat distribusi kendaraan berubah sehingga membuat para pengguna jasa angkutan ikut berubah yang berimplikasi pada menurunnya pendapatan para pengendara angkot.

Belum lagi terjadi perebutan penumpang antara trayek angkot bernomor 03 dan 09.

"Sejak ada SSA, kami sesama supir sering ribut karena harus berebut penumpang," kata Empai Supardi selaku koordinator aksi supir.

Beberapa supir berpendapat,semenjak dilakukan system SSA, pendapatan mereka berkurang, sedangkan jumlah setoran yang diwajibkan oleh pemilik angkutan tetap sehari berkisar antara Rp150 ribu - Rp200 ribu. "Belum lagi harga onderdil mahal-mahal, untuk dapatkan Rp50 ribu aja susah," katanya

Menurutnya, sebelum ada SSA pendapatan para sopir bisa mencapai Rp50 ribu sekali narik. Sejak SSA mereka kesulitan mendapatkan nominal tersebut.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, AKP Irwandi menyebutkan, aksi protes yang dilakukan para supir adalah bagian dari penyampaian aspirasi warga masyarakat yang harus disalurkan.

Namun ia menegaskan, bahwa tidak ada rute atau trayek angkot yang dilanggar dengan diberlakukannya SSA. Tetapi mengembalikan rute angkot seperti sebagai mana aturannya.

"Sebelum SSA ini banyak supir yang melanggar trayek mereka mengambil trayek lain memotong arus, tapi dengan SSA ini justru mengembalikan trayek angkot sesuai jalurnya. Mereka berdemo karena mereka yang mengambil keuntungan dari pencurian trayek dirugikan," katanya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...