Demokrat: Cara Pikir Yusril soal AD/ART Seperti Adolf Hitler
Waktemum Demokrat Benny Harman

Demokrat: Cara Pikir Yusril soal AD/ART Seperti Adolf Hitler

Senin, 11 Okt 2021 | 14:50 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Partai Demokrat (PD) kembali Yusril Ihza Mahendra yang mengajukan judicial review ke Mahkamah Agung terkait AD/ART Partai Demokrat. Waktemum Demokrat Benny Harman menduga Yusril memakai cara pikir Adolf Hitler yang memaksakan kehendak.

"Setelah kami menyelidiki asal usul teori yang dipakai atau yang digunakan oleh Yusril Ihza di dalam mengajukan permohonan JR AD/ART ke Mahkamah Agung, maka diduga kuat cara pikir ini berasal dari cara pikir totalitarian ala Hitler," kata Benny saat jumpa pers di DPP Partai Demokrat, Jakpus, Senin (11/10).

Benny menjelaskan cara pikir Adol Hitler yang dimaksud adalah judicial review yang diajukan Yusril dinilai ingin menguji apakah negara senang atau tidak dengan organisasi sipil.

"Jadi dalam cari pikir hukum Hitler itu yang dikehendaki oleh negara harus diikuti oleh semua organisasi sipil dalam hal ini, dengan cara pikir itu tadi, Yusril mencoba untuk menguji apakah kehendak anggota-anggota partai politik, anggota Partai Demokrat sejalan dengan kehendak kemauan negara," ujarnya.

"Semua yang dilakukan oleh rakyat harus diuji, apakah negara senang atau tidak senang, dan ini yang mau dilakukan oleh Yusril," sambungnya.

Benny mengaku juga meragukan apa yang disampaikan Yusril dalam mengajukan gugatan atas nama demokrasi. Ia menuding ada agenda tersembunyi di balik gugatan yang diajukan Yusril itu.

"Dalam kaitan dengan itu, kami menduga yang dilakukan Yusril ini tidak bersifat nonpartisan, kalau dia mendengung-dengungkan atas nama demokrasi, tidak. Dia bekerja atas nama hidden power, ada invincible power yang bekerja dengan tujuan untuk mencaplok Partai Demokrat secara ilegal atas nama hukum dan atas nama demokrasi. Tidak ada penjelasan lain," imbuhnya.
 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...