Demokrat Tuding Republik Lindungi Trump dari Pemakzulan
Ketua Senat AS Fraksi Republik, Mitch McConnell. [Foto: SFGate]

Demokrat Tuding Republik Lindungi Trump dari Pemakzulan

Rabu, 22 Jan 2020 | 10:50 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Senat Amerika Serikat (AS) memulai sidang pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump. Sidang perdana ini, kubu Demokrat menuduh fraksi Republik hendak membalik urutan persidangan dan menyembunyikan sejumlah saksi dan bukti penyelidikan penting yang akan disampaikan ke hadapan majelis terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Trump.

Seperti dilansir CNNIndonesia.com dari AFP, Rabu (22/1), perdebatan bermula saat Ketua Senat AS Fraksi Republik, Mitch McConnell, mengusulkan peraturan yang akan menghalangi majelis untuk memanggil saksi kunci atau dokumen penting yang dianggap akan menyulitkan proses persidangan, mengingat nsaat ini Trump sedang berada di Swiss.

McConnell juga menyatakan akan menutup celah supaya kubu Demokrat tidak bisa mengubah peraturan yang dia usulkan. Diduga hal itu dilakukan supaya sidang pemakzulan segera berakhir dan mereka kembali berkonsentrasi kepada pemilihan presiden.

"Peraturan dasar yang kami usulkan sudah adil dan kami sampaikan kepada semua pihak," kata McConnell.

Kubu Demokrat keberatan dengan usul itu. Menurut Ketua Tim Pemakzulan dari DPR AS, Adam Schiff, aturan itu membuat proses persidangan tidak akan berjalan dan janggal karena dirancang sedemikian rupa untuk memastikan bukti-bukti penting yang mereka bawa tidak dipaparkan.

Bahkan menurut dia seolah fraksi Republik pasang badan untuk Trump.

"Ini bertolak belakang, sidang dahulu kemudian memaparkan bukti. Sebagian besar rakyat Amerika tidak yakin akan terjadi persidangan yang adil," kata Schiff.

Kubu Demokrat sampai saat ini tetap memaksa untuk menghadirkan empat saksi yang merupakan penasihat dan mantan staf khusus Trump.

Di antaranya adalah Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney dan mantan penasihat khusus presiden bidang keamanan, John Bolton.

Saat dalam proses penyelidikan di DPR AS, Trump mengklaim mempunyai hak prerogatif untuk melarang keduanya bersaksi.

Salah satu kuasa hukum Trump, Jay Sekulow, menyatakan tuduhan terhadap kliennya meragukan karena penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi upaya Kongres tidak dianggap sebagai pelanggaran dalam undang-undang dasar AS yang membuat seorang presiden bisa dimakzulkan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...