Demonstran di Jerman Protes Kebijakan Lockdown yang Dinilai Otoriter
Sejumlah demonstran di Jerman memprotes kebijakan lockdown yang dinilai otoriter. (Foto: US News)

Demonstran di Jerman Protes Kebijakan Lockdown yang Dinilai Otoriter

Minggu, 24 Mei 2020 | 10:55 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Belasan aksi demonstrasi di Jerman, Sabtu (23/5), memprotes kebijakan pembatasan sosial (lockdown) yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 akibat infeksi virus corona.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Minggu (24/5), aksi protes ini menganggap kebijakan lockdown pemerintah sebagai tindakan otoriter. Kebijakan untuk membatasi penyebaran virus ini dianggap menyerang kebebasan individu.

Aksi protes ini menyatukan beragam kelompok mulai dari para teori konspirasi, ekstrimis, anti-vaxxers, dan orang-orang yang peduli tentang pembatasan kebebasan sipil.

Di Berlin, total terdapat 30 unjuk rasa. Demonstrasi ini baik yang menentang lockdown maupun mereka yang mendukung kebijakan itu, seperti diungkap juru bicara kepolisian mengatakan kepada AFP.

Protes juga diadakan di seluruh negeri, termasuk di Nuremberg, Munich dan Stuttgart, meskipun tidak sebanyak dalam beberapa pekan terakhir, terutama karena cuaca buruk.

Di Hamburg, 750 orang berdemonstrasi, sementara 120 orang yang tidak sah dibubarkan oleh polisi dengan meriam air, menurut juru bicara kepolisian.

Polisi di seluruh Jerman melakukan beberapa penangkapan, termasuk salah satu tokoh utama gerakan itu, aktivis Attila Hildmann, yang berpartisipasi dalam demonstrasi tanpa izin terhadap sekitar 100 orang di Berlin, menurut surat kabar Jerman Der Spiegel.

"Pengurungan ini sama sekali tidak berguna," kata Kathrin, seorang demonstran Berlin berusia 42 tahun yang mengambil bagian dalam rapat umum sekitar 100 orang di depan balai kota ibukota.

Demonstrasi ini telah dilakukan tiap pekan sejak awal April lalu. Aksi demonstrasi ini terus membesar hingga diikuti ribuan orang di Jerman dalam beberapa pekan terakhir. Demonstrasi ini dilakukan di berbagai kota-kota besar Jerman.

"Saya tidak mengerti mengapa kita tidak bisa kembali normal sekarang," kata pemrotes lain, Moritz, 28.

"Virus corona telah membunuh jauh lebih sedikit daripada flu dalam beberapa tahun terakhir," tambahnya.

Kanselir Angela Merkel yang menjadi target demonstrasi, mengatakan bahwa pembatasan terhadap virus corona memang "diperlukan".

Sebab, Jerman memiliki 177.850 yang secara resmi dinyatakan sebagai kasus virus corona pada hari Sabtu, dengan 8.216 kematian, menurut Robert Koch Institute.

Jerman mulai mengendurkan pembatasan yang diberlakukan untuk mengendalikan penyebaran virus pada awal Mei, karena melihat penurunan kuat dalam kasus-kasus baru.

Namun kekhawatiran masih ada gelombang kedua di negara itu, yang tidak terlalu terpengaruh dibandingkan beberapa negara tetangganya di Eropa.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...