Demonstran Hong Kong Bekali Diri dengan Panah Api Lawan Polisi

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Demonstran Hong Kong Bekali Diri dengan Panah Api Lawan Polisi Mahasiswa di Hong Kong bekali diri dengan panah lawan polisi. [Foto: Reuters]

Winnetnews.com - Sejumlah pelajar dan mahasiswa Chinese University of Hong Kong rupanya masih belum puas dengan serangan yang dilakukan pihak kepolisian setempat yang berupaya merangsek masuk ke wilayah kampus tersebut.

Dalam operasinya, Polisi Hong Kong menyebut kampus tersebut disinyalir telah menjadi ‘pabrik bom’.

Para mahasiswa dan pelajar pun mempersenjatai diri dengan panah, tombak, bom molotov, maupun barang lainnya yang mereka temukan di kompleks olahraga di kampus.

Mengutip Kompas.com, kelas-kelas juga diliburkan di tengah belum ada tanda-tanda ketegangan yang sudah memasuki hari ketiga di pekan ini bakal mereda.

Sebuah kampus teknis di Denmark memerintahkan pelajar yang tengah mengambil kursus di Hong Kong untuk pulang, dikutip The Independent, Rabu (13/11).

"Kami meminta mereka pulang karena ada beberapa siswa yang terpaksa pindah dari asrama setelah mereka ditembaki," terang pihak kampus.

Sementara otoritas menggunakan perahu polisi guna mengungsikan mahasiswa China daratan yang berkuliah di Chinese University of Hong Kong.

Mereka harus diungsikan dari kampus yang menjadi pusat bentrokan massa dan polisi setelah mengaku mendapat pelecehan dari demonstran.

Karena situasinya diprediksi tidak akan membaik, Kementerian Pendidikan setempat mengumumkan seluruh SD hingga SMA diliburkan pada Kamis (14/11).

Sementara di China University, para pendemo merekam diri mereka tengah berlatih menembakkan panah yang sudah dibakar ke langit.

Aparat kepolisian dikritik karena memasuki kampus pada Selasa, yang kemudian dianggap sebagai bentuk serangan terhadap institusi pendidikan tinggi.

Tetapi juru bicara kepolisian, Tse Chun-chung berdalih, mereka terpaksa melakukannya karena terus-menerus dihujani bom molotov.

Dia pun mempertanyakan dari mana para pendemo itu mendapatkan bom itu secara cepat, dan mencurigai kampus itu sebagai "pabrik bom".

"Level kekerasan yang dilakukan oleh para perusuh sudah mencapai tingkat yang sangat berbahaya, bahkan mematikan," kata Tse.

Dia menegaskan penegak hukum bakal mengejar pihak-pihak yang dianggap berbuat kerusuhan, meski itu harus menyerang kampus sekali pun.

Presiden dewan mahasiswa China University of Hong Kong Jacky So, meminta Pengadilan Tinggi mengeluarkan larangan polisi memasuki kampus tanpa persetujuan mereka.

Sementara di dalam kampus, seorang pelajar bernama X Chan kepada AP menuturkan, mereka harus melindungi rumah dan sekolah mereka.

"Kami takut jika mereka (polisi) menyerang rumah serta sekolah kami. Karena itu, kami harus melindunginya," tegas X Chan. [Kompas]

Apa Reaksi Kamu?