Demonstran Hong Kong Rencanakan Lebih Banyak Aksi Lagi untuk Minggu Ini

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Demonstran Hong Kong Rencanakan Lebih Banyak Aksi Lagi untuk Minggu Ini Reuters

Winnetnews.com - Hong Kong rupanya sedang bersiap untuk lebih banyak melakukan aksi protes untuk minggu ini. Ratusan ribu demonstran anti-pemerintah tak menjadikan hujan deras sebagai penghalang untuk terus menjalankan aksi damai pada Minggu (18/9/2019) kemarin. Demo Hong Kong kemarin menandai sebuah perubahan setelah demo-demo sebelumnya yang sering menimbulkan bentrok dan kekerasan.

Reuters melaporkan, jumlah pengunjuk rasa kemarin berjumlah sekitar 1,7 juta, seperti yang dilaporkan penyelenggara aksi. Angka ini menunjukkan bahwa gerakan itu masih memiliki dukungan yang luas meskipun pada minggu lalu demo pernah berakhir kacau ketika para pengunjuk rasa menduduki bandara kota yang dikuasai Tiongkok itu, yang mengakibatkan beberapa aktivis menyampaikan permohonan maaf.

Demo Hong Kong telah berlangsung sejak 11 minggu yang lalu sebagai sikap rakyat menentang RUU Ekstradisi [sampai sekarang masih ditangguhkan] yang akan memungkinkan tersangka kriminal diekstradisi ke daratan Tiongkok untuk diadili di pengadilan yang dikontrol Partai Komunis. Aksi protes ini kemudian melebar ke ranah seruan untuk demokrasi.

Walaupun demonstrasi sebagian besar berjalan damai, tindakan "melanggar perdamaian publik" terjadi di penghujung aksi. Beberapa dari pengunjuk rasa melemparkan benda-benda keras ke kantor pemerintah dan mengarahkan sinar laser ke petugas polisi.

Dari Victoria Park, area reli yang disepakati untuk hari Minggu, para pengunjuk rasa kemudian mengalir ke jalan utama menuju pusat keuangan kota, meneriakkan agar pemimpin kota yang didukung Beijing, Carrie Lam untuk mundur.

Pada malam harinya, demonstran saling menghimbau satu sama lain agar pulang dan tidak merusak imej aksi damai yang telah berlangsung seharian.

Dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam, pemerintah mengatakan bahwa yang paling penting adalah memulihkan ketertiban sosial sesegera mungkin dan itu akan memulai dialog yang tulus dengan publik dan "membangun kembali keharmonisan sosial ketika semuanya telah tenang".

Polisi mendapat kecaman karena menggunakan taktik yang semakin agresif untuk membubarkan demonstrasi meski polisi yang hadir hanya sedikit.

Seperti diketahui, Hong Kong kembali dari Inggris ke pemerintahan Cina pada tahun 1997 namun dengan konsep "satu negara, dua sistem", formula yang menjanjikan kebebasan lebih luas yang ditolak oleh warga di daratan Tiongkok, tetapi banyak di kota itu percaya Beijing telah mengikis kebebasan itu.

Apa Reaksi Kamu?