Denda Maksimal Siap Menanti Pelanggar Ganjil Genap

Gunawan Wibisono
Selasa, 02 Agustus 2016 10:55 WIB
Oleh Gunawan Wibisono pada Selasa, 02 Agustus 2016 10:55 WIB
Image Denda Maksimal Siap Menanti Pelanggar Ganjil Genap

WinNetNews.com - Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan, dalam menerapkan uji coba ganjil genap ini di Jakarta ini, petugas seharusnya melakukannya dengan serius. Salah satunya dengan menerapkan denda maksimal bagi penerobos jalur ganjil genap, layaknya menerobos jalur busway yang diberikan denda sebesar Rp500.000.

Menurut Yayat, Polda Metro Jaya dan Dishub DKI Jakarta harus bersikap serius dengan menerapkan denda maksimal bagi pelanggar kebijakan sitem ganjil genap. Jika ini tak diberlakukan maka masyarakat tak akan mau beralih ke transportasi massal.

Baca Juga: Masih Banyak Pelanggaran, Sistem Uji Coba Ganjil-Genap Akan Dievaluasi

"Petugas jangan tanggung-tanggung, denda setingginya. Bisa tidak kalau dendanya itu maksimum? Kalau dendanya maksimum, seperti menyerobot jalur busway, katakanlah Rp500.000 berani tidak orang? Atau satu juta," ujar Yayat saat dihubungi, Senin, (1/8).

Dengan denda maksimal itu dapat menciutkan nyali pengendara mobil agar tidak melanggar aturan yang sudah diberlakukan. Jika tidak, masyarakat pun tidak akan jera dan tak akan menyadarkan masyarakat dan mendorong menggunakan kendaraan umum.

"Inti penerapan sistem ganjil genap itu membuat masyatakar beralih menggunakan kendaraan umum," pungkasnya. 

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Sama dengan Uruguay dan Argentina, Prancis Dua Kali Juara Piala Dunia

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.