Denny Indrayana Beberkan Motif Kubu Prabowo Persoalkan DPT
Sumber foto: Tribunnews

Denny Indrayana Beberkan Motif Kubu Prabowo Persoalkan DPT

Rabu, 26 Jun 2019 | 11:00 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Anggota tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno, Denny Indrayana meyakini daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak logis pada Pilpres 2019, bisa menjadi dasar pembatalan pemilu. Menurut Denny, pihaknya menemukan ada 27 juta DPT bermasalah pada Pemilu 2019.

"Secara teori kepemiluan, kalau registration voters tidak bagus, ada bermasalah, maka itu dasar mengulang pemilu," ujar Denny pada diskusi bertajuk 'Nalar Konstitusi Progresif Vs Nalar Kalkulator' di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Selasa (25/6), dikutip dari laman JPNN.

Ia kemudian membeberkan sejumlah hal terjadi pada sidang sengketa Pilpres 2019 yang digelar di Mahkamah Konstitusi. Antara lain, saat tim hukum 02 menghadirkan saksi ahli Jaswar Koto. Disebut adanya dugaan 27 juta DPT yang bermasalah. Data tersebut dikumpulkan dan dicek ulang, lalu dikirimkan ke MK sebanyak dua truk.

"Di situ bisa kelihatan ada NIK ganda, ada rekayasa di kecamatan, ada NIK di bawah umur, itu jumlahnya 27 juta. Bisa disimulasikan, anda bisa comot di wilayah mana sepanjang 27 juta itu. Sda umurnya baru satu tahun, masa ada di DPT mau milih. Ada juga yang baru lahir 2027," ujarnya.

Denny juga menyatakan, KPU tak bisa membantah hal yang dipaparkan di persidangan. Kemungkinan karena jumlah DPT berubah-ubah. "Paling tidak bisa dibantah adalah 21 Mei ada lagi perubahan DPT. Bayangkan, 17 April pilpres (pemungutan suara) ada DPT dan sebulan lebih kemudian KPU kembali menetapkan DPT. Pencoblosannya udah lewat bung," kata Denny.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...