Depresi Bisa Merusak Jaringan Otak?
ilustrasi

Depresi Bisa Merusak Jaringan Otak?

Rabu, 31 Jul 2019 | 07:29 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Depresi adalah jenis gangguan mental kompleks yang membuat pengidapnya merasa sedih, putus harapan, dan tidak berharga. Anda dicurigai mengalami depresi jika gejala-gejala tersebut berlangsung terus lebih dari dua minggu. Seseorang yang dicurigai mengalami depresi harus mendapat penanganan medis. 

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kestabilan emosi, tapi juga mengganggu produktivitas kerja, hubungan sosial, bahkan sampai memunculkan keinginan bunuh diri. Bagaimana kerusakan otak seperti itu bisa terjadi akibat depresi?

Sekilas tentang kasus depresi di Indonesia

Penelitian teranyar terkait jumlah kasus depresi di Indonesia baru-baru ini dilakukan oleh Karl Peltzer (peneliti dari Universitas Limpopo, Afrika Selatan) dan Supa Pengpid (peneliti dari Universitas Mahidol, Thailand).

Hasil penelitian menyebutkan bahwa jumlah kasus depresi tertinggi ditemukan pada rentang usia remaja dan dewasa muda.

Menurut penelitian tersebut, dikutip dari intothelight.org, wanita berusa 15-19 tahun merupakan populasi dengan angka depresi paling tinggi (32%), disusul oleh laki-laki berusia 20-29 tahun (29 persen), dan laki-laki berusia 15-19 tahun (26 persen).

Penelitian itu juga menunjukkan bahwa tren angka depresi di Indonesia cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Artinya, semakin tua semakin jarang ditemukan kasus depresi baru.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...