(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Deretan Masalah Terkelam Golkar: Perpecahan, KMP Melemah, Papa Minta Saham

Nadia Chevina
Nadia Chevina

Deretan Masalah Terkelam Golkar: Perpecahan, KMP Melemah, Papa Minta Saham

WinNetNews.com - Tahun 2015 penuh cerita negatif bagi Golkar. Bendum Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo bahkan menyebut tahun 2015 adalah tahun terkelam bagi partai berlambang pohon beringin itu.

"Tahun 2015 merupakan tahun terkelam dalam sejarah Partai Golkar dan tantangan 2016 tidak kalah beratnya dari 2015," kata Bambang dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (1/1/2016).

Bambang membuat 5 catatan perjalanan Golkar di 2015 yang menjadi tantangan untuk diselesaikan di 2016. Mulai dari perpecahan, hingga kasus Papa Minta Saham yang berimbas pada penurunan citra Golkar.

Berikut 5 catatan Bambang soal masalah Golkar di 2015 yang menjadi tantangan di 2016:

1. Masalah soliditas partai akibat pertikaian internal yang berlarut-larut dan desakan munas, baik dari dalam maupun dari luar partai yang semakin kuat dan masif.

2. Masalah hukum terkait skandal papa minta saham yang suka atau tidak suka berpotensi menggerus suara partai dan menggerogoti citra partai yang memang tengah terpuruk akibat konflik internal.

3. Sikap pemerintah yang makin terlihat secara sengaja mempersulit legalitas kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Bali 2014-2019. Kendati akhirnya SK kepengurusan Munas Ancol telah dicabut, namun tampaknya pemerintah cenderung memelihara konflik di internal partai Golkar dengan belum diterbitkannya SK kepengurusan hasil Munas Bali hingga saat ini.

4. Kekuatan Koalisi Merah Putih (KMP) yang makin melemah di parlemen seiring bergesernya PAN ke pelukan Istana. Padahal taring Golkar kemarin-kemarin begitu tajam di parlemen karena soliditas KMP yang menguasai mayoritas suara.

5. Kekalahan di pilkada serentak gelombang pertama 2015 lalu yang begitu telak di berbagai daerah berpotensi menjalar ke pilkada-pilkada serentak berikutnya yang mengancam secara langsung maupun tidak langsung terhadap perolehan kursi DPR pada Pemilu 2019. Sebab, berbagai survei menunjukkan jika pemilu diadakan hari ini, maka Partai Golkar akan menempati ranking ke 5 dilangkahi Gerindra yang naik menjadi nomor dua sementara PDIP tetap bertengger di nomor satu.

Dilansir dari laman detik

Dilansir dari laman detik 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});