Desa Islam Turtuk, Permata Tersembunyi yang Terpisah dari Negaranya

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Desa Islam Turtuk, Permata Tersembunyi yang Terpisah dari Negaranya BBC

Dipisahkan oleh perbatasan

India tidak pernah mengembalikan desa ini ke Pakistan karena khawatir akan keamanan perbatasan. Penduduk yang sedang keluar mengunjungi teman atau bekerja di tempat lain pada suatu hari di tahun 1971 itu tidak pernah dapat kembali. Selama bertahun-tahun, India menyegel daerah tersebut dan mempertahankan kontrol ketat.

Kini, daerah perbatasan sudah lebih tenang, dan pada 2010 Turtuk dibuka untuk pariwisata. Akhirnya orang luar bisa datang melihat desa dan cara hidup warganya yang unik.

Penduduk Balti hidup dengan memanfaatkan sebagian besar tembok batu Karakoram tinggi yang mengelilinginya. Mereka membangun rumah batu yang rumit di atas lorong-lorong batu bulat, dan membuka saluran irigasi batu untuk menyirami tanaman mereka.

Dave Stamboulis

Kulkas alami

Turtuk lebih rendah dari tempat lain di dataran tinggi Ladakh, hanya 2.900 meter di atas permukaan laut. Pada ketinggian ini, musim panas bisa menjadi sangat panas.

Penduduk desa memanfaatkan lingkungan bebatuan mereka untuk membangun sistem penyimpanan pendingin batu alam, yang digunakan untuk menyimpan daging, mentega, dan barang tahan lama lainnya selama bulan-bulan hangat.

Dikenal sebagai 'nangchung' di Balti, yang berarti 'rumah dingin', bunker batu ini dirancang untuk memiliki celah yang memungkinkan aliran udara dingin lewat, menjaga barang tetap lebih dingin daripada suhu udara luar.

Apa Reaksi Kamu?