Desa Islam Turtuk, Permata Tersembunyi yang Terpisah dari Negaranya

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Desa Islam Turtuk, Permata Tersembunyi yang Terpisah dari Negaranya BBC

Nuansa hijau

Jali adalah tanaman pokok di kawasan ini, karena itu adalah satu-satunya biji-bijian yang tumbuh di ketinggian. Tapi karena Turtuk relatif lebih rendah, warga Balti juga dapat menanam gandum.

Penduduk juga menumbuhkan sebagian besar aprikot dan kenari India, yang membuat desa ini terkenal. Pekerjaan ini padat karya, dan sepanjang tahun kita bisa melihat tambal sulam ladang yang ditanami atau dipanen. Tempat ini adalah oasis hijau yang kontras dengan dinding tandus dan cokelat di Karakorum dan lembah sungai.

Dave Stamboulis

Setia secara budaya

Terlepas dari kenyataan bahwa India dan Pakistan masih berselisih soal Kashmir, kehidupan berjalan dengan damai di Turtuk. Semua penduduk desa diberi kartu identitas India dan dijadikan warga negara setelah pengambilalihan pada tahun 1971.

Baru-baru ini untuk upaya untuk memodernisasi Lembah Nubra, dengan jalan yang lebih baik, layanan kesehatan dan transportasi. Meningkatnya turisme baru-baru ini juga berarti masa yang lebih makmur bagi Turtuk.

Namun, di sini tidak terasa seperti di India. Kebun aprikot, masjid Noorbakshia, rumah-rumah batu dan saluran irigasi membuat desa tetap setia pada akar Balti. Belum lagi hidangan tradisional Balti seperti kisir (roti gandum) dengan daging yak atau disajikan dengan muskat, aprikot, dan pasta kenari; dan balay, sup dengan mie soba besar.

Apa Reaksi Kamu?