(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Desa Serang, Tempat Wisata Kebun Stroberi

Nadia Chevina
Nadia Chevina

Desa Serang, Tempat Wisata Kebun Stroberi

Melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) setempat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat kelembagaan agrowisata di Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, melalui kegiatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa).

"Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, merupakan satu-satunya desa di Jateng yang mengembangkan stroberi sebagai ikon wisata." ujar Siti Sulami, Kepala Bidang Prasarana Wilayah Balitbang Provinsi Jateng di Purbalingga.

“Kegiatan SIDa dengan sasaran desa inovasi kami tempatkan di 29 kabupaten, dan setiap kabupaten terdiri dua desa. Dari 58 desa se-Jateng yang mendapat program penguatan ini, lima di antaranya bergerak dalam kegiatan pariwisata,” katanya.

Menurut dia, SIDa merupakan suatu proses untuk menumbuhkembangkan inovasi yang dilakukan antarinstitusi pemerintah, pemerintahan daerah, lembaga kelitbangan, lembaga pendidikan, lembaga penunjang dan inovasi, dunia usaha, serta masyarakat di daerah.

Melalui kegiatan SIDa, kata dia, diharapkan ada inovasi-inovasi yang bisa diterapkan untuk pengembangan agrowisata hingga akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Selain penguatan kelembagaan, lanjut dia, Desa Serang melalui kegiatan SIDa akan dibantu peralatan khusus untuk mendukung kegiatan outbound dan peralatan pengolahan makanan berbahan baku dari stroberi.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Purbalingga Subeno mengatakan bahwa Desa Wisata Serang memiliki potensi yang sangat bagus sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Purbalingga.

“Di samping potensi stroberi, Desa Serang juga memiliki potensi sayur mayur dengan luas lahan sayuran mencapai 556,2 hektare yang digarap oleh 1.253 petani,” katanya.

Menurut dia, Desa Serang yang memiliki udara sejuk karena berada di kaki Gunung Slamet serta menjadi jalur penghubung antara Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Tegal, dan Pemalang itu sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai destinasi agrowisata yang berkelanjutan.

“Apalagi, animo wisatawan yang datang juga sangat tinggi. Bahkan, saat libur Lebaran kemarin, jumlah wisatawan yang datang ke Desa Serang mencapai 37 ribuan orang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Serang Sugito mengatakan bahwa pengembangan agrowisata stroberi sangat meningkatkan taraf hidup warga desa setempat.

Menurut dia, luas lahan stroberi di Desa Serang saat ini mencapai 45.525 hektare yang digarap 454 petani dengan jumlah produksi berkisar 1,5-2 ton per hari.

“Padahal, bila 1 hektare kebun stroberi dikunjungi 2.000 orang, pendapatan yang diperoleh bisa mencapai Rp30 juta,” katanya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});