Desak Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras, PA 212 Ancam Demo Besar
Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma'arif memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan terkait aksi 1812, Senin (4/1). (Fpto: ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

Desak Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras, PA 212 Ancam Demo Besar

Selasa, 2 Mar 2021 | 10:07 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Ketua PA 212 Slamet Maarif menegaskan pihaknya menolak Pepres yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan perizinan investasi minuman keras (miras) di 4 provinsi.

“Saya menolak legalitas Miras di NKRI. Miras sebagai sumber bencana dan kerusakan,” kata Slamet, Senin (1/3).

Ia pun mendesak Presiden Jokowi untuk segera mencabut Perpres itu. Jika tidak, Slamet mengancam akan melakukan demo besar karena pemerintah dinilai sudah melukai perasaan umat Islam.

“Jika pemerintah terus memaksakan untuk investasi dan melegalkan Miras di wilayah NKRI,” ujar Slamet.

“Serta DPR juga seirama dengan pemerintah maka saya akan ajak umat Islam khususnya Alumni 212 untuk turun kembali ke jalan secara besar besaran demi menyelamatkan anak bangsa serta NKRI,” sambung Slamet.

Seperti diketahui, Jokowi telah meneken Perpres terkait dengan perizinan investasi minuman keras (miras) di 4 provinsi. Pepres tersebut kini menuai pro dan kotra.

Sejumlah pihak seperti  tokoh NU KH Cholil Nafis, pengasuh Ponpes Cendekia Amanah, dan juga pimpinan MUI. Cholil Nafis menolak Perpres tersebut dan menegaskannya sebagai tindakan haram.

Namun, dukungan juga datang, salah satunya dari Pengasuh Pondok Pesantren Kaliwining Jember yang juga Wakil Ketua PP LAZIS NU, Gus Ubaidillah Amin Moch.

"Masyarakat tidak perlu menanggapi secara berlebihan tentang kebijakan ini, tinggal mengupayakan bagaimana dalam penerapannya kebijakan ini bisa berjalan tepat sasaran, terlebih hasil dari investasi ini menambah pemasukan bagi negara," jelas kiai lulusan Al Azhar Mesir yang akrab disapa Gus Ubaid ini, Minggu (28/2).

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...