Di atap Istana Negara Akan Dipasang Panel Listrik Surya

Di atap Istana Negara Akan Dipasang Panel Listrik Surya

WinNetNews.com - Penggunaan energi fosil untuk kebutuhan dalam negeri Indonesia sudah mulai menguranginya. Hal ini terlihat dari alokasi anggaran pemerintah yang mencapai 40 persen dari Rp 25 triliun untuk pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi (EBTKE).

Salah satu pengembangan energi baru terbarukan adalah melalui penggunaan solar cell atau panel listrik surya , hal ini dikatakannya oleh Anggota DEN, Rinaldy Dalimi. Menurutnya, Presiden Joko Widodo sendiri mendukung pemasangan alat panel listrik surya ini, dan terlebih dulu akan dipasang di atap Istana Negara, Jakarta.

"Setelah kami rapat sama Pak Jokowi, Pak Jokowi minta solar cell dipasang di atap Istana," ujarnya di Hotel Acacia, Jakarta, disadur merdeka ,minggu,( 01/11,2015), Rinaldi menyebut, ada beberapa pihak yang mengkhawatirkan pemasangan solar cell akan merusak bangunan Istana Negara. Panel surya di Indonesia saat ini baru digunakan untuk melistriki lampu-lampu jalan. Panel surya sendiri berfungsi mengubah sinar matahari menjadi energi listrik.

"Ada yang khawatir, istana itu kan bangunan tua, takutnya rusak keasliannya. Tapi menurut saya itu bisa dihindari kalau dipasang dengan estetika yang bagus," jelas dia.

Selanjutnya, selain di Istana Negara, di atap Kantor DEN sendiri juga akan dipasang panel surya. Kantor DEN bakal menjadi kantor pertama di Indonesia yang memakai panel surya di atapnya.

"Di Kantor DEN sedang dipasang, kantor pertama yang pakai solar cell di Indonesia," ungkapnya.