Di Bandung Kini Bikin SIM Harus Punya Sertifikat Kompetensi Pengemudi

Di Bandung Kini Bikin SIM Harus Punya Sertifikat Kompetensi Pengemudi

Senin, 8 Agt 2016 | 15:34 | Gunawan Wibisono
WinNetNews.com - Kini para pengemudi kendaraan bermotor yang ingin membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) di kota Bandung khususnya harus mempunyai sertifikat kompetensi pengemudi. Hal ini diungkapkan oleh Satuan Lalulintas Polrestabes Bandung yang dalam waktu dekat akan menerapkan kompetensi pengemudi untuk mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SIM).

Kasat Lantas Polrestabes Bandung, AKBP Asep Pujiyono, melalui Kanit Regident AKP Atik Siswanti mengatakan, penerapan kompetensi pengemudi tersebut, yakni untuk mewujudkan budaya tertib berlalulintas sehingga bisa mengurangi angka pelanggaran dan angka kecelakaan lalulintas di jalan raya, khususnya di Kota Bandung.

"Dilaksanakannya kompetensi pengemudi ini pun, sesuai dengan UU RI No.22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan angkutan jalan, pasal 77 ayat 3 dan 4," jelas Atik, Senin (8/8).

Sesuai ayat di pasal UU RI No.22 tahun 2009, lanjut Atik, untuk mendapatkan SIM, calon pengemudi harus memiliki kompetensi mengemudi yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan.

"Di bulan Agustus, kami sudah melakukan sosialisasi terkait diterapkan kompetensi pengemudi di Satlantas Polrestabes Bandung dalam pembuatan SIM baru. Mulai dari pecinta otomotif, masyarakat hingga ke pelajar. Dan bulan September baru akan diberlakukan," terangnya.

Untuk mengajukan permohonan pembuatan SIM baru, ada 8 tahapan yang wajib di ikuti oleh masyarakat, diantara untuk tahap pertama, para pemohon harus memiliki sertifikat mengemudi, setelah mengikuti sekolah pengemudi sepeda motor atau mobil.

Tahap dua masyarakat harus mengikuti tes kesehatan atau surat keterangan sehat dari dokter, dan khusus untuk pemohon sim A Umum, B1, B1 umum, B3 dan B3 umum disertakan tes kesehatan Psikologi.

Tahap tiga pendaftaran, yang mana masyarakat harus membawa persyaratan berupa KTP Asli disertai Fotokopy KTP, Surat kesehatan dari Dokter, Sertifikat Menngemudi, "Sedangkan untuk pemohon SIM A Umum, B1,B1 Umum, B2, dan B2 umum, selain menyertakan ke tiga persyaratan tadi, harus dilengkapi dengan Sertifikat Klinik pengemudi," terang Atik.

Keempat, setelah lengkap dengan persyaratan semuanya, masyarakat tinggal melakukan pembayaran PNBP melalui bank BRI. "Untuk biaya Sim A, A umum, B1, B1 Umum, B2, B2 umum, masyarakat membayar Rp 120 ribu, sedangka untuk SIM C Rp 100 ribu rupiah," jelasnya.

Dijelaskan Atik, setelah selesai melakukan pembayaran PNBP, masyarakat tinggal menuju Loket Registrasi, dan setelah itu menuju loket identifikasi. "Setelah semua itu dilakukan masyarakat harus mengikuti uji teori dan praktik. Baru semua proses ke 8 tahap dilakukan, baru tahap terakhir masyakarat akan menerima cetak sim asli," jelasnya.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...