(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Di Hantam Madrid, Rayo Vallecano Kecewa Terhadap Wasit

Yudha Raditya
Yudha Raditya

Di Hantam Madrid, Rayo Vallecano Kecewa Terhadap Wasit
WinNetNews.com - Rayo Vallecano sempat menunjukkan perlawanan sengit terhadap Real Madrid, di mana bangkit dari ketinggalan dan berbalik unggul. Tapi dua kartu merah membuat semuanya sirna, sehingga mereka dihantam 2-10 dari tuan rumah.

Bertandang ke Santiago Bernabeu, Minggu (20/12/2015) malam WIB, Rayo mendapatkan pukulan cepat saat dibobol Danilo di menit ketiga. Tapi anak asuh Paco Jemez berhasil bangkit dan berbalik unggul lewat gol Antonio Amaya dan Jozabed di menit ke-10 dan 12.

Hanya saja setelah itu, petaka muncul untuk Rayo. Mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-14 setelah Tito dikartu merah langsung oleh wasit, atas tekelnya terhadap Toni Kroos. Keunggulan jumlah pemain berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Madrid untuk menyamakan kedudukan melalui Gareth Bale di menit ke-25.

Sementara itu, kesialan lain menimpa Rayo di menit ke-28. Raul Baena dianggap wasit menjatuhkan Sergio Ramos di kotak terlarang dan dihukum penalti. Tak cuma itu, Baena diacungi kartu kuning kedua dan alhasil Rayo bermain dengan sembilan orang sejak saat itu.

Penalti berhasil dikonversikan oleh Cristiano Ronaldo menjadi gol, membawa Madrid kembali memimpin 3-2. Los Blancos pun praktis tak terbendung lagi di sisa waktu.

Mereka menciptakan tujuh gol lain di mana Bale mencetak tiga gol tambahan untuk mencatatkan quat-trick, Karim Benzema mencatatkan hat-trick, dan Ronaldo menyumbangkan satu gol tambahan.

Usai laga, Jemez mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja wasit. Dia bahkan mengungkapkan bahwa para pemainnya sampai berurai air mata akibat merasa dicurangi.

"Sudah lama sejak saya melihat sesuatu yang begitu aneh dan memalukan sebelumnya. Ini tidak menguntungkan Madrid, atau kami, atau sepakbola Spanyol. Kami telah kehilangan kredibilitas," kata Jemez dikutip AS.

"Kami merasa dipermalukan dan dilecehkan. Ini adalah hal-hal yang terjadi dan saya berharap tidak melihatnya terjadi laga di manapun. Reaksi pertama saya adalah memberikan dukungan kepada para pemain yang telah memberikan usaha gigih hari ini."

"Sulit untuk menghibur mereka karena mereka merasa benar-benar dipermalukan dan diinjak-injak. Saya tidak bisa lebih jelas lagi dari ini, siapapun yang ingin mengerti maksud saya akan mengerti."

"Ada momen-momen di mana pertandingannya tampak tidak nyata. Sekarang ketika para pemuda menangis karena hal mengejutkan, itu bukan karena mereka mencetak 10 gol ke gawang kami tapi atas apa yang terjadi," imbuhnya dalam konferensi pers seusai laga.

Saking kecewanya, di akhir konferensi pers Jemez lantas menutup pernyataannya dengan sindiran lewat ucapan selamat Natal untuk Madrid dan juga wasit.

"Selamat Natal untuk semuanya, termasuk untuk wasit," tandas pelatih plontos ini.

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});