(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Di Kawasan Industri Izin Investasi Dipermudah BKPM

Muchdi
Muchdi

Di Kawasan Industri Izin Investasi Dipermudah BKPM

WinNetNews.com - Telah disiapkannya Program layanan izin investasi izin konstruksi hal ini diakuinya oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) . Nantinya, kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi investor yang berlokasi di kawasan industri.

Izin investasi izin konstruksi ini merupakan layanan investasi khusus kawasan industri, yang digunakan untuk memulai kegiatan konstruksi tanpa terlebih dahulu memiliki perizinan pelaksanaan konstruksi., hal ini dikatakannya oleh Kepala BKPM Franky Sibarani, Senin 2 November 2015.

"Jadi, kriteria pemohon adalah berlokasi di kawasan industri tertentu sesuai ketentuan BKPM, kemudian diajukan ke administrator kawasan industri," ujar Franky di dalam diskusi di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, dilansir VIVA,Senin,(02/11/2015). Franky menjelaskan, izin investasi izin kontruksi berlaku untuk perusahaan yang memiliki izin investasi tiga jam, dan perusahaan yang memiliki izin prinsip yang masih berlaku.

Sedangkan, dari sisi persyaratan yang harus dipenuhi adalah menandatangani surat pernyataan untuk memenuhi norma, atau standar dalam berinvestasi, yang akan selesai pada saat perusahaan memulai tahapan produksi atau komersial.

 

"Izin investasi izin konstruksi akan diberikan sepanjang izin pelaksanaan konstruksi di kawasan industri belum diubah menjadi norma, izin investasi izin konstruksi dijalankan dalam bentuk pilot project untuk kawasan industri yang memenuhi ketentuan." katanya. Dengan izin ini, lanjut Franky, investor akan bebas dari beberapa persoalan yang ada.  Misalnya, masalah lahan dan analisis dampak lingkungan (amdal).

"Kemudian, mendapat dukungan dari gubernur dan bupati bahwa izin pelaksanaan konstruksi dapat diurus bersamaan dengan proses konstruksi," ujar dia.

Sebagai informasi, dari data BKPM investasi pembangunan kawasan industri, yang masuk dalam sektor prioritas pariwisata dan kawasan, untuk periode Januari-September 2015 tercatat kenaikan 127,3 persen dari tahun sebelumnya Rp79,8 triliun menjadi Rp181,2 triliun.

Sedangkan dari sisi minat investasi tercatat dari 22 Oktober 2015 hingga 2 Oktober 2015, minat investasi di sektor pariwisata dan kawasan total mencapai US$11 miliar.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});