Di luar negeri, kopi olahan tak mudah diterima

Di luar negeri, kopi olahan tak mudah diterima

Minggu, 7 Agt 2016 | 21:46 | Rike
WinNetNews.com - Dari data Asosiasi Ekspor Kopi Indonesia (AEKI) disebut bahwa hasil produksi kopi dalam negeri sepanjang tahun 2015 sebesar 600.000 ton dan diprediksikan tahun 2016 jumlah produksi masih tetap.

Lebih dari 50% hasil produksi kopi digunakan untuk memenuhi pasar luar negeri. Irfan Anwar, Ketua Umum AEKI mengatakan tahun 2015 total kopi yang diekspor sekitar 400.000 ton. Tetapi, nasib kopi olahan tidak sebaik ekspor biji mentah. Pranoto Soenarto, Ketua Kompartemen Industri dan Spesialiti Kopi Asosiasi Eksportir dan Industri menerangkan biji kopi mentah lebih mudah diterima pasar luar negeri."Karena pasar luar negeri melindungi dan menjual merek kopi mereka, tidak mungkin mau menjual merek kita," ucapnya, Kamis (4/8).

Pranoto akui, ekspor bahan mentah tak menguntungkan bagi produsen sebab rendahnya harga jual. Tapi, cara itu jadi satu-satunya cara mengalirkan hasil panen dari petani secara cepat."Kalau olahan, siapa mau beli. Kalau menunggu, hasil dari petani terus mengalir," lanjutnya. Sayang sekali, Pranoto tak ingin menjelaskan perbedaan keuntungan ekpor kopi mentah dengan kopi olahan.

Cara penyajian dan campuran masak kopi pun ternyata jadi alasan sulitnya ekspor kopi olahan. Sebab pasar luar negeri belum tentu cocok dengan cita rasa kopi olahan Indonesia. Contoh di Malaysia yang lebih suka gorengan kopi hangus ditambah susu kental manis.

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...