Skip to main content

Di Swiss Kulit Bawang Bombay Dijual Rp 443 Ribu, Apa-apaan Nih? Masa Kulit sama Bawang, Lebih Mahal Kulitnya!

Kulit bawang bombay di Swiss dijual dengan harga sangat tinggi  Foto: Oddity Central
Kulit bawang bombay di Swiss dijual dengan harga sangat tinggi Foto: Oddity Central

WinNetNews.com - Bawang bombay adalah salah satu bumbu masakan yang aromanya menyengat dan bisa menambah rasa nikmat pada masakan. Di India konsumsi bawang bombay sangat tinggi. Bahkan umumnya orang India memakan bawang sebagai salad yang dikonsumsi mentah-mentah. Kalau orang Indonesia sih masih wajar, bawang bombay cuma dipakai untuk masak makanan dengan cara yang wajar juga.

Selain India ada lagi negara yang menurut gue sih agak aneh (dikit). Di Swiss warganya berbondong-bondong menyerbu kulit bawang bombay dibanding bawang bombaynya. Malah yang lebih absurd lagi, harga kulitnya lebih mahal berkali-kali lipat ketimbang bawang bombaynya. Fenomena ini berkaitan dengan tradisi paskah yang dirayakan tiap tahunya di Swiss.

Apa hubungannya bawang bombay dengan Paskah?

Jangan heran, ternyata ada hubungan erat antara bawang bombay dengan tradisi paskah. Paskah identik dengan telur yang diberi hiasan berwarna-warni danmengecatnya dengan sepuhan. Tapi tidak dengan masyarakat di kota Swiss. Di Swiss cara alami mewarnai telor dengan menggunakan kulit bawang bombay ini sangat digandrungi.

Alhasil masyarakat Swiss rela membayar mahal demi mendapatkan kulit bawang bombay. Produsen supermarket di Swiss memanfaatkan momen ini dengan cara mengemas bawang bombay secara rapih, lalu dibandrol dengan harga sekitar 443 ribu rupiah per kilogram. Ajegile.. padahal bawang bombaynya sendiri dijual hanya sekitar 38 ribu rupiah saja perkilogramnya.

Nih penampakannya! kulit bawang bombaydijual mahaldi supermarket Swiss.

kulit bawang bombay di swiss lebih mahal

Ini hasil telur paskah yang diwarnai dengan kulit bawang bombay.

telur paskah diwarnai dengan kulit bawang bombay

Masyarakat Swiss menganggap kulit bawang yang ada di bawang bombay sebelum dikupas adalah sampah, kotor dan menjijikan. Beda banget sama kulit bawang bombay yang sudah dikemas rapih di swalayan. Alasan mereka sih katanya kulit bombay yanh dijual di swalayan sudah dicuci bersih sehingga tidak merepotkan. Dan hasil perwarnaannya pun lebih intens dibandingkan dengan kulit bawang bombay biasa (yang mereka anggap sampah). Kalau kamu ada di Swiss dan merayakan perayaan Paskah, kamu lebih milih ngupas bawang bombay sendiri atau rela bayar mahal untuk dapetin sekilo kulit bawang? Bukankah keduanya sama-sama kulit!

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top