Skip to main content

Di Tengah Pembelaan Terhadap Jessica, Kuasa Hukum Terancam Jadi Tersangka

Di Tengah Pembelaan Terhadap Jessica, Kuasa Hukum Terancam Jadi Tersangka
Di Tengah Pembelaan Terhadap Jessica, Kuasa Hukum Terancam Jadi Tersangka

WinNetNews.com - Kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, masih membetot perhatian publik. Si kembar, tewas usai meminum kopi yang dicampur dengan racun sianida. Polisi pun, menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka.

Jessica kemudian menunjuk kuasa hukum untuk membelanya yakni Yudi Wibowo Sukitno. Namun ternyata, di tengah penyelesaian kasus dugaan pembunuhan Mirna, yang melibatkan kliennya itu, Yudi tersandung masalah hukum di Surabaya, Jawa Timur.

Yudi, dilaporkan kasus pencemaran nama baik oleh guru SMP GIKI Surabaya, Saul Krisdiono ke Polrestabes Surabaya. Dan berkas laporannya kini, sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

"Kami menerima berkasnya dari penyidik Polrestabes Surabaya hari Senin kemarin (1/2). Sekarang masih dalam proses penelitian," terang Jaksa Kejari Surabaya, Marshandi, yang ditunjuk meneliti berkas kasus Yudi tersebut dihubungi merdeka.com, Kamis (4/2).

Marshandi mengaku, sampai saat ini, pihaknya belum bisa menentukan apakah berkas perkara itu, sudah bisa dinyatakan P-21 alias sempurna atau masih P-19 (belum sempurna). Untuk menentukan berkas P-21 itu, kata dia, rencananya, pihaknya akan melakukan gelar perkara.

"Jadi perlu dilakukan ekspose dulu sebelum berkas ini dinyatakan P-21. Rencananya besok pagi (5/2), kita lakukan gelar perkara agar cepat selesai. Tapi jam berapa pastinya saya belum tahu, karena pimpinan ada rapat juga besok," pungkasnya.

Informasi dihimpun, Medio 2013 lalu, Yudi Wibowo Sukitno menangani kasus dugaan penganiayaan siswa SMP GIKI Surabaya, Fidaus Amirullah, yang dilakukan oleh Saul Krisdiono, guru di sekolah tersebut.

Si guru SMP GIKI Surabaya ini pun didakwa melanggar Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Anak. Dia diancam hukuman maksimal 3,5 tahun penjara serta denda Rp 72 juta. Dan setelah menjalani vonis hukuman, Saul balik melaporkan Yudi dengan tuduhan pencemaran nama baik ke Polrestabes Surabaya pada Mei 2014 lalu.

Sebab, dalam perkara Firdaus itu, Saul justru melerai perkelahian Firdaus dengan temannya. Namun oleh Yudi, Saul dituding menghajar muridnya laiknya maling. Bahkan, Yudi berkirim surat ke Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya di Jalan Jagir Wonokromo, terkait tuduhan tersebut.

Baca: Pengacara Jessica Tersangka?

Dalam surat yang juga ditembuskan kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, DPRD Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta sebuah media televisi itu, Yudi menyebut Saul sebagai preman yang pernah ditahan selama dua tahun.

Merasa namanya dicemarkan, Saulpun melapor ke Polrestabes Surabaya, hingga akhirnya Yudi ditetapkan sebagai tersangka. Yudi tidak tinggal diam. Dia jug mengajukan pra-peradilan, namun akhirnya kalah. Dan saat ini, berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke Kejari Surabaya.

Sumber: OkeZone

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top