Dianggap Monopoli Bioskop, Disney Korea Kena Protes

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Dianggap Monopoli Bioskop, Disney Korea Kena Protes Sumber: Vox

Winnetnews.com -  Film ‘Frozen 2’ memang menadapat antusias yang luar biasa saat pertama kali ditayangkan. Bahkan dalam waktu sepekan, film ini sudah merejai Box Office.

Akan tetapi, penayangan film ini membuat Disney Korea mendapatkan tuntutan dari warga Korea Selatan. Hal tersebut terjadi lantaran mereka dianggap telah memonopoli bioskop melalui penayangan ‘Frozen 2’.

Kelompok yang bernama SARAMIN ini menuntut Disney Korea atas Undang-Undang Antimonopoli, karena ‘Frozen 2’ telah tayang di 88 persen layar bioskop Korea. Sedangkan, dalam UU tersebut, dituliskan sebuah film tidak boleh menampung lebih dari 50 persen pasar.

Tidak hanya di Korea Selatan, peraturan serupa juga berlaku di Prancis dan Amerika Serikat, yang tidak memperbolehkan sebuah film tayang lebih dari tiga layar dalam satu bioskop.

Banyaknya bioskop yang dikabarkan terkena monopoli ini membuat para penonton Korea tidak memiliki pilihan lain selain menonton ‘Frozen 2’. Sejak tayang pada 21 November lalu, film ini memang langsung mengalahkan film-film lain.

Dalam waktu sepekan, tiket ‘Frozen 2’ sudah terjual lebih dari 4,4 juta di 2.648 layar atau sekitar 32 juta dolar Amerika. Sedangkan film-film lokal seperti ‘Black Money’, ‘Kim Ji-young: Born 1982’ tidak mampu menyaingi pencapaian film tentang Elsa dan Anna tersebut.

‘Frozen 2’ adalah sekuel dari film animasi ‘Frozen’ yang tayang pada 2013 lalu. Dalam film ini, dikisahkan kehidupan Elsa dan Anna yang telah hidup bahagia di kerjaan Arendelle selama tiga tahun.

Akan tetapi, Elsa sering mendengar suara dalam pikirannya yang tidak bisa didengar orang lain. Semakin ia berusaha untuk mengabaikannya, dia pun malah melihat potongan-potongan dari masa lalu. Teka-teki itu akhirnya membuat Elsa, Anna, Kristoff, dan Olaf menjalani petualangan di hutan ajaib.

Apa Reaksi Kamu?